Strategi Perencanaan Kebutuhan Obat Dan Alat Kesehatan Di Fasilitas Kesehatan

Neng Kasmiati, Rosi Amalia, Budi Hartono, Alfani Ghutsa Daud

Sari


Perencanaan kebutuhan obat dan alat kesehatan merupakan komponen penting dalam manajemen logistik fasilitas kesehatan karena memengaruhi ketersediaan pelayanan, mutu layanan, dan efisiensi anggaran. Data nasional menunjukkan bahwa 41% rumah sakit mengalami kekosongan obat esensial setidaknya sekali dalam satu tahun, sementara 28% melaporkan ketidaksesuaian pengadaan alat kesehatan, terutama saat terjadi peningkatan kasus penyakit. Ketidaktepatan perencanaan dapat menimbulkan kekosongan stok, penumpukan obat kedaluwarsa, dan ketidakefisienan operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi perencanaan kebutuhan logistik farmasi melalui pendekatan konsumsi, epidemiologi, dan metode kombinasi. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 25 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2015–2024 dari Google Scholar, PubMed, dan Portal Garuda dengan kata kunci yang relevan. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan relevansi, kelengkapan teks, dan kesesuaian metodologi. Hasil menunjukkan bahwa metode konsumsi paling banyak digunakan karena mudah diterapkan, namun akurasinya sangat dipengaruhi kualitas pencatatan. Metode epidemiologis lebih sesuai untuk penyakit kronis dan program prioritas, sedangkan metode kombinasi memberikan hasil perencanaan yang lebih stabil, terutama pada fasilitas dengan kebutuhan beragam. Penggunaan sistem informasi logistik juga terbukti meningkatkan akurasi perencanaan sebesar 30–40%. Kesimpulannya, perencanaan optimal memerlukan penerapan metode yang adaptif, didukung pencatatan yang baik, pemanfaatan teknologi informasi, dan koordinasi antarunit.

Kata Kunci: Logistik Farmasi, Perencanaan Kebutuhan Obat, Pengendalian Persediaan


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andriani, D. (2014). Perencanaan kebutuhan obat berbasis metode konsumsi di RSUD Yogyakarta. Jurnal Farmasi Indonesia, 10(2), 45–52.

Anggriani, R. D., Widianti, W., & Fauziah, Y. (2020). Evaluasi Rencana Kebutuhan Obat (RKO) di Puskesmas Kabupaten Cianjur pada Era JKN. Pharmacy: Jurnal Farmasi Indonesia, 17(2), 229–238.

Basu, S., Andrews, J., Kishore, S., Panjabi, R., & Stuckler, D. (2012). Comparative performance of private and public healthcare systems in low- and middle-income countries: A systematic review. PLoS Medicine, 9(6), e1001244.

Basuki, H., & Putra, A. (2015). Integrasi data pemakaian historis dan epidemiologi dalam perencanaan obat di puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 12–20.

Cahyono, R., Nugraha, F., & Lestari, S. (2016). Implementasi sistem informasi logistik farmasi di rumah sakit: Studi kasus RSU Kota X. Jurnal Manajemen Kesehatan, 8(2), 33–42.

Dano, dkk. (2024).

Darus, D., Herlina, & Wulandari, D. (2025). Analisis perencanaan obat menggunakan metode konsumsi dan ABC/VEN di instalasi farmasi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Kesmas Indonesia, 15(1), 33–41.

Day, G., dkk. (2020). Manajemen logistik obat di instalasi farmasi RSUD Waibakul Kabupaten Sumba Tengah. Media Kesehatan Masyarakat, 2(3), 25–39.

Dewi, A. (2016). Pengaruh pelatihan SDM farmasi terhadap akurasi perencanaan kebutuhan alkes. Jurnal Farmasi Klinik, 9(1), 15–22.

Eka, P., & Susanti, R. (2017). Pengelolaan obat dan alkes dengan metode ABC/VEN. Jurnal Logistik Kesehatan, 5(2), 23–30.

Farida, N., Haryanto, B., & Santoso, J. (2017). Peran data epidemiologi lokal dalam perencanaan obat penyakit kronis. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 6(1), 18–26.

Gunawan, T. (2018). Evaluasi metode perencanaan kebutuhan obat di fasilitas kesehatan. Jurnal Manajemen Rumah Sakit, 12(2), 40–47.

Hamsinah, S., Sambul, S., & Hamzah, A. (2022). Pengelolaan obat di instalasi farmasi RSUD Labuang Baji Makassar. Jurnal Kesehatan Terpadu, 3(2), 162–170.

Hartono, B., & Lestari, D. (2018). Monitoring RKO dan evaluasi kebutuhan obat di rumah sakit. Jurnal Kesehatan Indonesia, 14(1), 55–62.

Hasliani, H., Ardyansyah, A., & Misnawaty, M. (2023). Pengelolaan logistik farmasi di instalasi farmasi rumah sakit. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Terpadu, 4(2), 84–92.

Indrawati, S. (2019). Perencanaan obat imunisasi berbasis proyeksi epidemiologi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 31–38.

Jaya, R., & Prasetyo, H. (2019). Koordinasi antarunit dalam perencanaan kebutuhan obat di RSU swasta. Jurnal Manajemen Kesehatan, 10(1), 28–35.

Kartika, A., dkk. (2023). Application of consumption method with EOQ, Mmsl forecasting and ABC-VEN analysis in pharmaceutical briefing management in hospitals General Royal Prima Marelan. International Journal of Science, Technology & Management, 4(4).

Kurniawan, A., Setiawan, L., & Santoso, P. (2020). Integrasi sistem informasi logistik dan data klaim BPJS dalam perencanaan obat. Jurnal Farmasi Indonesia, 11(2), 14–22.

Laksono, A. (2025). Optimalisasi manajemen logistik rumah sakit untuk meningkatkan efisiensi pengadaan dan distribusi obat di era digital. Journal of Scientific of Mandalika, 6(9).

Lestari, M. (2020). Perencanaan alkes berdasarkan siklus hidup alat untuk efisiensi biaya. Jurnal Alat Kesehatan, 7(1), 10–18.

Lumy, D. (2011). Forecasting analysis of pharmaceuticals and medical devices in a category needed in 2011. Jurnal Manajemen dan Pelayanan, 2(4).

Management Sciences for Health (MSH). (2012). MDS-3: Managing access to medicines and health technologies (3rd ed.). Management Sciences for Health.

Mawar, D., & Yulianti, F. (2021). Metode kombinasi konsumsi dan epidemiologi untuk estimasi kebutuhan obat RSU pendidikan. Jurnal Logistik Kesehatan, 8(2), 25–34.

Ningsih, S. R., Wahyuni, S., & Sari, R. (2019). Evaluasi perencanaan obat menggunakan metode konsumsi di RS Kartika Pulomas. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), 3(2), 45–52.

Nugroho, S. (2021). Audit data pemakaian obat sebagai dasar perencanaan RKO. Jurnal Farmasi Klinik, 10(1), 16–24.

Nurjanah, N. (2023). Evaluasi perencanaan dan pengadaan obat di RSUD Ciamis. Pharmaceutical Genius, 1(3), 91–102.

Oktaviani, R., Putra, H., & Anggraeni, S. (2022). Keterlibatan manajemen rumah sakit dalam perencanaan kebutuhan alkes. Jurnal Manajemen Rumah Sakit, 13(2), 30–38.

Pane, dkk. (2023). [Detail bibliografi tidak tersedia].

Permatasari, D., Ibrahim, K., & Nirmala, A. (2021). Analisis pengelolaan logistik obat di Puskesmas Wara Kota Palopo. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 4(4), 472–482.

Polii, E. L., Palandeng, H. M., & Wiyono, J. (2022). Evaluasi pengelolaan obat di instalasi farmasi RSUD Noongan. Sam Ratulangi Journal of Public Health, 3(4), 560–569.

Putra, D., & Sari, L. (2022). Laporan stok bulanan terintegrasi dalam evaluasi kebutuhan obat. Jurnal Kesehatan Indonesia, 16(1), 40–48.

Rahmawati, A. (2023). Perencanaan obat berdasarkan pola penyakit musiman. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 9(1), 20–28.

Rahmawatie, E., & Santosa, S. (2015). Sistem informasi perencanaan pengadaan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Jurnal Pseudocode, 2(1).

San Puspita, S., Samad, R., & Kamaruddin, M. (2020). Analisis manajemen logistik obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. PJKM: Jurnal Promosi Kesehatan Masyarakat, 2(1), 1–12.

Santoso, R., Wicaksono, H., & Arifin, D. (2023). Pelatihan petugas farmasi dan penggunaan SOP dalam perencanaan kebutuhan obat. Jurnal Logistik Kesehatan, 10(2), 35–44.

Siregar, G., dkk. (2024). Pemantauan obat dan perbekalan kesehatan dalam manajemen perbekalan kesehatan di Indonesia: Literatur review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1).

Sulistyorini, A. (2016). Perencanaan obat dengan menggunakan metode konsumsi di Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 7(3).

Tie, dkk. (2019). Analisis perencanaan dan pengendalian persediaan obat BPJS fast moving... Jurnal Akuntansi Bisnis dan Keuangan, 6(2).

Utami, S. (2024). Perencanaan kebutuhan obat fleksibel untuk menyesuaikan perubahan volume pasien. Jurnal Manajemen Kesehatan, 12(1), 22–30.

Wahyuni, D., & Putri, N. (2024). Integrasi data historis, epidemiologi, dan stok dalam sistem informasi logistik. Jurnal Farmasi Indonesia, 13(2), 18–26.

World Health Organization (WHO). (2017). WHO model formulary and guidelines on country pharmaceutical procurement systems. World Health Organization.




DOI: https://doi.org/10.31869/mi.v20i1.7569

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

INDEXED BY :

   
   


Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM). Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Jl. Pasir Kandang No.4, Pasie Nan Tigo, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586. 
Email : lppmumsb@gmail.com



Kunjungan Sampai Saat ini    Web
Analytics Made Easy - StatCounter

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.