Penguatan Literasi Kesehatan Keluarga Berbasis Media Digital untuk Manajemen Efek Samping Pengobatan Tuberkulosis
Sari
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat prioritas di Indonesia, dengan capaian keberhasilan pengobatan yang belum mencapai target nasional 90%. Keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada kepatuhan pasien menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) jangka panjang, sementara efek samping OAT menjadi salah satu penyebab utama putus berobat. Keluarga berperan strategis dalam mengawasi pengobatan dan mengenali efek samping, namun rendahnya literasi kesehatan keluarga kerap menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penguatan literasi kesehatan keluarga berbasis media digital terhadap kemampuan keluarga dalam manajemen efek samping pengobatan TB pada empat domain: Literasi Mengenali Efek Samping OAT, Manajemen Efek Samping Ringan di Rumah, Pengambilan Keputusan Rujukan, dan Pemanfaatan Media Digital. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dipadukan desain quasi-eksperimental one group pretest-posttest pada 30 keluarga pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Kota Padang, dengan intervensi berupa video edukasi, poster digital, dan pesan penguatan WhatsApp selama 2-4 minggu. Data dianalisis menggunakan uji Paired Samples t-test dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil menunjukkan media digital dinilai sangat layak oleh pakar (rerata validitas 86,5%). Rerata skor literasi kesehatan keluarga meningkat bermakna dari 71,83 (±6,581) menjadi 90,20 (±1,883) (t=-14,610; df=29; p=0,001). Peningkatan proporsi kategori tinggi teramati pada seluruh domain, terbesar pada domain Pengambilan Keputusan Rujukan (dari 33,3% menjadi 93,3%; Z=-4,411; p<0,001). Disimpulkan bahwa penguatan literasi kesehatan keluarga berbasis media digital efektif meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengenali dan mengelola efek samping pengobatan TB, sehingga layak direkomendasikan sebagai strategi pendukung pelayanan TB berbasis keluarga di layanan kesehatan primer.
Kata Kunci: tuberkulosis; literasi kesehatan keluarga; media digital; efek samping pengobatan; layanan kesehatan primer
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Antara News. (2024). Capaian keberhasilan pengobatan TB di Sumatera Barat belum mencapai target nasional. https://sumbar.antaranews.com/berita/619479/pemkot-padang-temukan-2122-kasus-tbc
Asriati, A., Alifariki, L. O., & Kusnan, A. (2019). Faktor Risiko Efek Samping Obat dan Merasa Sehat Terhadap Ketidakpatuhan Pengobatan Penderita Tuberkulosis Paru. JURNAL KESEHATAN PERINTIS (Perintis’s Health Journal), 6(2), 134–139. https://doi.org/10.33653/jkp.v6i2.344
BPOM RI. (2019). Pedoman Monitoring Efek Samping Obat (MESO) Bagi Tenaga Kesehatan. Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik Dan PKRT Badan Pom RI, 1–35.
Berkman, N. D., Sheridan, S. L., Donahue, K. E., Halpern, D. J., & Crotty, K. (2011). Low health literacy and health outcomes: An updated systematic review. Annals of Internal Medicine, 155(2), 97–107. https://doi.org/10.7326/0003-4819-155-2-201107190-00005.
Keutzer, L., Wicha, S. G., & Simonsson, U. S. H. (2020). Mobile Health Apps for Improvement of Tuberculosis Treatment : Descriptive Review Corresponding Author : 8. https://doi.org/10.2196/17246.
Krontoft, A. (2021). How Do Patients Prefer to Receive Patient Education Material about Treatment, Diagnosis and Procedures? —A Survey Study of Patients Preferences Regarding Forms of Patient Education Materials; Leaflets, Podcasts, and Video. 11(10).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis
Keutzer, L., Wicha, S. G., & Simonsson, U. S. H. (2020). Mobile health apps for improvement of tuberculosis treatment: Descriptive review. JMIR mHealth and uHealth. https://doi.org/10.2196/17246
Maulitha, F., Fitriani, N., & Rusli, R. (2022). Analisis efek samping penggunaan obat antituberkulosis di instalasi rawat jalan. Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 16, 1–8. https://doi.org/10.25026/mpc.v16i1.656.
Munro, S. A., Lewin, S. A., Smith, H. J., Engel, M. E., Fretheim, A., & Volmink, J. (2007). Patient adherence to tuberculosis treatment: A systematic review of qualitative research. PLoS Medicine, 4(7). https://doi.org/10.1371/journal.pmed.0040238
Nutbeam, D., & Mcgill, B. (n.d.) (2018). Improving health literacy in clinical and community populations. Improving health literacy in community populations: A review of progress. Health Promotion International, 33(5), 901–911. https://doi.org/10.1093/heapro/dax015
Nutbeam, D. (2008). The evolving concept of health literacy. Social Science & Medicine, 67(12), 2072–2078. https://doi.org/10.1016/j.socscimed.2008.09.050.
Rahman, N., Meng, S. K., & Ahmed, I. A. (2024). Current review of the use of linezolid in the treatment of multidrug-resistant tuberculosis: Effectiveness and management of side effects. International Journal of Biomedical and Biosciences, 1, 89-102.
Radio Republik Indonesia. (2024). Dinkes Kota Padang temukan 2.122 kasus TB hingga pertengahan 2024. https://rri.co.id/padang/kesehatan/814564
Sørensen, K., Pelikan, J. M., Röthlin, F., Ganahl, K., Slonska, Z., Doyle, G., ... Brand, H. (2015). Health literacy in Europe: Comparative results of the European Health Literacy Survey (HLS-EU). European Journal of Public Health, 25(6), 1053-1058. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4668324/pdf/ckv043.pdf
World Health Organization. (2019). WHO guideline recommendations on digital health interventions.
World Health Organization. (2022). Health literacy development for the prevention and control of noncommunicable diseases.
World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023.
DOI: https://doi.org/10.31869/mi.v20i1.8464
Article Metrics
Sari view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
INDEXED BY :
Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM). Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Jl. Pasir Kandang No.4, Pasie Nan Tigo, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586.
Email : lppmumsb@gmail.com
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















