Strategi Manajemen Konflik Di Lingkungan Sekolah: Studi Kasus Min 3 Padang

Yusran Lubis

Sari


Konflik merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam lingkungan sekolah akibat adanya perbedaan latar belakang, kepentingan, persepsi, serta pola interaksi antarwarga sekolah. Apabila tidak dikelola dengan baik, konflik berpotensi mengganggu proses pembelajaran dan menciptakan iklim sekolah yang tidak kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis konflik yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 03 Padang, menganalisis strategi manajemen konflik yang diterapkan oleh pihak sekolah, serta mengevaluasi efektivitas strategi tersebut dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2025 dengan menggunakan metode studi kasus dan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, observasi partisipatif terhadap aktivitas pembelajaran dan interaksi di lingkungan sekolah, serta dokumentasi yang berkaitan dengan tata tertib dan kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang dominan meliputi konflik antar siswa, konflik antara guru dan siswa, serta konflik antar guru. Strategi manajemen konflik yang diterapkan meliputi mediasi oleh guru, penerapan aturan disiplin secara konsisten, pengembangan komunikasi yang efektif, pelatihan keterampilan sosial bagi siswa, serta keterlibatan orang tua dan komite sekolah. Strategi tersebut terbukti efektif dalam menurunkan frekuensi konflik dan meningkatkan kedisiplinan siswa, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan waktu guru dan rendahnya pemahaman sebagian siswa terhadap resolusi konflik secara damai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen konflik di sekolah dapat berjalan lebih optimal melalui penguatan pelatihan bagi guru dan sosialisasi resolusi konflik damai kepada siswa guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang harmonis dan kondusif.

Kata Kunci: Resolusi konflik, iklim pembelajaran, kedisiplinan siswa, komunikasi interpersonal, peran guru


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Deutsch, M. (1973). The resolution of conflict: Constructive and destructive processes. Yale University Press.

Fullan, M. (2001). Leading in a culture of change. Jossey-Bass.

Goleman, D. (1995). Emotional intelligence. Bantam Books.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.

Nurhayati, D. (2019). Pelatihan manajemen konflik untuk guru. Jurnal Manajemen Pendidikan, 7(1).

OECD. (2021). Positive, high-achieving students? What schools and teachers can do. OECD Publishing.

Rahman, F. (2017). Pengaruh disiplin terhadap lingkungan belajar. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 10(2).

Robbins, S. P. (2005). Organizational behavior (11th ed.). Pearson Education.

Santoso, A. (2018). Manajemen konflik dalam lingkungan sekolah. Jurnal Pendidikan, 12(3).

Thomas, K. W., & Kilmann, R. H. (1974). Thomas-Kilmann conflict mode instrument. Xicom.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.




DOI: https://doi.org/10.31869/mi.v20i1.7834

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

INDEXED BY :

   
   


Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM). Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Jl. Pasir Kandang No.4, Pasie Nan Tigo, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586. 
Email : lppmumsb@gmail.com



Kunjungan Sampai Saat ini    Web
Analytics Made Easy - StatCounter

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.