HUBUNGAN PERAN TUTOR DENGAN AKTUALISASI DIRI MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM PROSES TUTORIAL (SEVEN JUMPS) PADA PRODI ILMU KEPERAWATAN DI FAKULTAS KESEHATAN DAN MIPA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARAT TAHUN 2016.

Ropika Ningsih

Sari


Peran tutor sangat penting, karena tutor adalah seseorang yang paling dominan dalam
melaksanakan proses belajar kelompok untuk mencapai suatu tujuan, sedangkan Aktualisasi
diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa.
Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap peran tutor dalam
aktualisasi diri mahasiswa pada proses tutorial di PSIK. Dari hasil observasi mahasiswa
kadang-kadang canggung dengan pola belajar diskusi, maka mahasiswa lebih banyak memilih
diam dari pada mengeluarkan pendapat dalam diskusi yang mereka miliki dan aktualisasi diri
mahasiswa nya kurang baik, dikarenakan mahasiswa tersebut malu dan mahasiswa juga kurang
memahami skenario tutorial yang dijalankan. Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa
persepsi mahasiswa PSIK terhadap peran tutor adalah lebih dari sebagian besar (85,9%) peran
tutor baik, sedangkan persepsi mahasiswa PSIK terhadap aktualisasi diri mahasiswa
menunjukkan bahwa mayoritas (93,8%) aktualisasi diri mahasiswa baik.Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian
dilakukan dari bulan Maret sampai Agustus 2016 melalui pembagian kuesioner untuk variabel
independen dan dependen. Jumlah sampel 77 orang. Teknik sampel yang digunakan adalah
total sampling dan diuji dengan menggunakan chi squere. Instrumen yang digunakan berupa
kuesioner yang disusun berdasarkan teori Harsono. Analisa data dalam penelitian ini
menggunakan distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil chi-squere menunjukkan bahwa ada
hubungan antara peran tutor dengan aktualisasi diri mahsiswa di PSIK tahun 2016 dengan
p=0,007. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran tutor memiliki hubungan
yang signifikan terhadap aktualisasi diri mahasiswa. Diharapkan peran tutor dapat
melaksanakan perannya dengan baik dan aktualisasi diri mahasiswa yang baik supaya
mencapai tujuan yang diinginkan.
Kata Kunci : Persepsi, Peran tutor, Aktualisasi Diri Mahasiswa.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekekatan Praktik. Jakarta: Rineka

Cipta.

Arifin, Z. (2000). Persepsi Mahasiswa PSIK FK UGM Terhadap Problem Based Learning di

Fakultas Kedokteran UGM. Skripsi strata satu, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Azwar, S, (2000). Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Offset.

Blogtoplist Nurse Activity. (2006). Haruskah Perawat Bekerja di Luar Negeri. Diakses 11

Desember 2007, dari Blogtoplist.com

Cahyono, A.D. (2004). Evaluasi Pelaksanaan Tiapan Seven Jumps Dalam Pelaksanaan

Diskusi Tutorial Mahasiswa Psik FK UGM. Skripsi strata satu, Universitas Gadjah Mada,

Yogyakarta.

David, T., Patel, L., & Burdett (Eds.). (1996). Problem Based Learning In Medicine. The

Royal Society of Medicine Press Limited.

Elisabeth, R., (2006). Evaluation of Pilot PBL Implementation at The Faculty of

Medicine Atma Jaya Catholic University, Jurnal Pendidikan Kedokteran, Volume 1, No 2.

Emilia, O., Suryadi, & Tridjko. (2006). Penerapan Metode PBL Pada Pembelajaran di

Akademi Kebidanan Jawa Tengah dan Jawa Timur, 114 - 118, AIPKI.

Fakultas Kedokteran. (2005). Buku Panduan Akademik PBL Kedokteran Umum. Fakultas

Kedokteran UMY, Yogyakarta.

Fakultas Kedokteran. (2007). Buku Panduan Akademik PSIK. Fakultas Kedokteran UMY,

Yogyakarta.

Harsono. (2004). Penghantar Problem-Based Learning. Media FK UGM: Yogyakarta.

John, A., & Ronald, M. (2005). A Practical Guide For Medical Teachers. Cina:

Elsevier Churchill LivingStone. Kaufman, A., (1985). Implementing Problem-based Medical

Education; Lesson From Successful Innovations. New York: Springer Publishing Company.

Lubis, G., (2007, 19 september). Pembelajaran Berbasis Masalah. Diakses 22 juni 2008,dari

www.lubisgrafura.wordpress.com

Mandel, Lynn. (2000). Problem – Based Learning. Yogyakarta: Department of Medical

Education.

Mercer University School Of Medicine. (2005). Being An Effective Tutor. Georgia Tutor

Development Team.

Nursalam. (2001). Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan

Profesional. Jakarta: Salemba Medika.

Nursalam. (2003). Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan,

Pedoman Skripsi, Tessis dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Saryono, Thianti, S., & Sumoprawiro. (2006, Mei). Evaluasi Pelaksanaan Problem Based

Learning di Program Pendidikan Dokter Universitas Jenderal Soerdiman Purwokerto,

Mandala of Health, Volume 2, No 2.

Sudarman, (2007, Maret). Problem Based Learning: Suatu Metode Pembelajaran

Untuk Mengembangkan dan Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah. Jurnal

Pendidikan Inovatif, Volume 2, No 2.

Sugiyono. (2006). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Tridjoko, (2006). Tips untuk Fasilitator pada tutorial Problem-Based Learning., 89, Asosiasi

Institusi Pendidikan Dokter Indonesia (AIPKI).

Wood, D., (2003, 8 Februari). ABC of Learning and Teaching in Medicine. Diakses 11

desember 2007, dari www.BMJ.com.

Zulharman, (2007, 15 juli). Inovation Of Medical Education. Diakses 30

November2007,darihttp://Zulharman79.wordpress.com/2007/07/15-problembasedlearning/

pbl

Zulharman. (2008, 20 februari). Problem Based Learning. Jurnal Pendidikan Kedokteran.

Diakses 29 april 2008, darihttp://Zulharman.wordpress.com




DOI: https://doi.org/10.33559/mi.v11i76.289

Article Metrics

Sari view : 136 times
PDF - 312 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Kunjungan Sampai Saat ini    Web
Analytics Made Easy - StatCounter Flag Counter