TAMPILAN AGRONOMI BEBERAPA VARIETAS UNGGUL KEDELAI (Glycine max L.) DI TANAH ULTISOL KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

A. Haitami, Elfi Indrawanis, Chairil Ezward, Wahyudi Wahyudi

Sari


Penelitian di lakukan untuk mengetahui tampilan agronomi pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai (Glycine max L.) di tanah ultisol Kabupaten Kuantan Singingi. Penanaman kedelai pada tanah ultisol merupakan salah satu upaya peningkatan produksi tanaman kedelai pada lahan kering. Luas lahan ultisol di kabupaten Kuantan Singingi yang berpotensi dalam meningkatkan produksi kedelai dan penggunaan benih kedelai varietas unggul. Penelitian dilaksanakan di Kebun BBU Sentajo Kecamatan Sentajo Kabupaten Kuantan Singingi selama 4 bulan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan 3 kelompok, sehingga didapatkan 18 unit satuan percobaan. Enam Tampilan Varietas adalah Derap 1, Anjasmoro, Detap 1, Dering 1, Grobogan dan Dega 1. Hasil penelitian diuji secara statistik dengan menggunakan program SAS versi 9.0. Memberikan pengaruh nyata. Berdasarkan hasil uji lanjut dengan Uji Lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %, maka pada paremeter persentase tumbuh varietas kedelai, tinggi tanaman umur 14, 28 dan 42 HST, umur muncul bunga, berat 100 biji, dan jumlah polong berpengaruh nyata, sedangkan parameter berat polong dan berat biji tidak berpengaruh nyata.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


kering masam Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian

Pertanian Tanaman Pangan 26 (1): 26-31.

Adisarwanto T. 2010. Strategi peningkatan produksi kedelai sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri dan mengurangi impor. J. Inovasi Pertanian. 3(4):319-331.

Adie, M. dan Krisnawati, A. 2007. Biologi Tanaman Kedelai. Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI). Malang

Badan Pusat Statistik (BPS). 2015. Produksi dan Produktivitas Tanaman Kedelai di Provinsi Riau. http://www.bps.go.id [20 Desember 2020].

Haitami A, Wahyudi. 2018.Pemanfaatan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Plus (KOTAKPLUS) terhadap Produksi Kedelai (Glycine max L.) pada Tanah Ultisol. Unri Conference Series: Agriculture and Food Security. Volume 1. 220-225

Hakim, L. 2010. Komponen Hasil dan Karakter Morfologi Penentu Hasil Kedelai. Pusat Penelitian dan Pengembangan TanamanPangan. Bogor.

Rozi dan Heriyanto, 2012. Efektivitas Difusi Teknologi Varietas Kedelai di Tingkat Petani. Buletin Palawija. 24: 49-48.

Wirnas D., Widodo I., Sobir, Trikoesoemaningtyas, dan Sopandi D. 2006. Pemilihan karakter agronomi untuk menyusun indeks seleksi pada 11 populasi kedelai generasi F6. Bul. Agron. 34:19-24.

Yullianida dan G.W.A. Susanto. 2007. Karakteristik shasil galur-galur kedelai umur genjah, hlm 77–87. Dalam: Suharsono, A.K. Makarim, A.A. Rah-mianna, M.M. Adie, A. Taufiq, F. Rozi, I.K. Tastra,dan D. Harnowo (Eds.). Peningkatan Produksi Kacang-kacangan dan Umbi-umbian Mendukung Kemandirian Penelitian dan Pengembangan Per-tanian. Bogor




DOI: https://doi.org/10.31869/mi.v15i1.2453

Article Metrics

Sari view : 97 times
PDF - 16 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Kunjungan Sampai Saat ini    Web
Analytics Made Easy - StatCounter Flag Counter