HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN ANAK DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN ENURESIS NOKTURNAL PADA ANAK USIA SEKOLAH

Fitri Wahyuni. S

Sari


Anak usia sekolah lebih cendrung mengalami enuresis nokturnal. Di Indonesia angka kejadian enuresis noktural 30%, sedangkan di Sumatra Barat kejadian enuresis nokturnal sebanyak 14,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan anak dan pola asuh orang tua dengan kejadian enuresis nokturnal pada anak usia sekolah. Desain penelitian ini adalah deskritif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 124 anak usia sekolah dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan proportional simple random sampling yaitu sebanyak 55 orang responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square dengan derajat kepercayaan 95% . Hasil penelitian didapatkan bahwa kejadian enuresis nokturnal pada anak dengan tingkat kecemasan berat-panik sebanyak (88,2%) dan pola asuh (otoriter 93,3%) mengalami enuresis nokturnal dengan P value 0,000. Diharapkan anak dapat mengatasi tingkat kecemasan yang dialami dan orang tua dapat menerapkan pola asuh yang baik dan mengajarkan anak cara toilet tranning sebelum tidur untuk mengurangi resiko terjadinya enuresis nokturnal.

Kata Kunci : Enuresis nocturnal, Pola asuh orang tua, Tingkat kecemasan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto & Suharsimi, (2013). Manjemen penelitian. Rineka Cipta. : Jakarta.

Bakhtiar, K., Pournia, Y., Ebrahimzadeh, F., Farhadi, A., Shafizadeh, F., & Hosseinabadi, R.(2014). Prevalence of nocturnal enuresis and its associated factors in primary school and preschool children of Kharomabad in 2013. International Journal of Pediatrics, 1-7. http://dx.doi.org/10.1155/2014/120686.

Boyd, D.,& Bee, H. (2006). Lifespam Development. 4th ed. New York : Person

Brooks, J. (2008). The Process of parenting. (7 th ed). Boston : McGraw- Hill.

Caldwell, P.H.Y., Hodson, E., Craig, J.C., & Edgar, D. (2005). Bedwetting and toileting problem in children. Medical Journal of Australia, 182(4), 190-195. http://doi.10.5694/j.1326-5377.2005.tb06653x.

Elbanasawy, H.T., & Elnagar, M.A. (2015). Physchology impact of nocturnal enuresis on self-Esteem of school children. American Journal of Nursing Research, 3(1), 14-20. http://doi.10.1269/anjr-3-1-4.

Fitricilia, M., Umboh, A., & Kaunang, D. (2013). Hubungan enuresis dengan infeksi saluran kemih pada anak usia 6-8 tahun di SD Negeri Melalayang. Jurnal e-Biomedik (Ebm), 1(1), 461-465.

Hidayat, A. (2008).Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta : Salemba Medika.

Hawari, (2008). Manajemen Stress Cemas dan Depresi. Gaya Baru: Jakarta

Keliat, B.A. (2011). Manajemen keperawatan piskososial dan kader kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC.

Mahmoodzadeh, H., Amestejani, M., & Nikibakhsh, A.A. (2013). Prevelance of nocturnal enuresis in school aged children : The role of personal and parents Related socio-economic and educational factors. Iranian Journal of Pediatrics, 23(1), 59-64.

Marcdante, K.J., Kliegman, R.M., Jenson, H.B., & Berhrman, R.E. (2014). Nelson ilmu kesehatan anak. Terjemahan. (edisi ke-6). Singapura: Elsevier. Pte. Ltd.

Martin, CA & Colbert, KK. (2007). Parenting : a life span perspective. New york : Mc Graw Hill

Meadow & Newel. (2006). Pediatrika dan kesehatan anak, Erlangga : Jakarta.

Notoatmodjo .(2012).kesehatan masyarakat : ilmu dan seni/ soekidjo. Ed. Revisi. Jakarta : bineka Cipta, 2011.

Notoatmodjo,Soekidjo.(2010).Metodologi Penelitian Kesehatan.RinekaCipta: jakarta

Nelson, Richard E. Behrman, Robert, Robert M. Kliegman.(2012). Ilmu Kesehatan Anak. Vol ; Editor edisi bahasa indonesia. Ed 15. jakarta :EGC

Papalia, D.B., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2007). Human Development perkembangan manusia. Alih Bahasa : Brian Marswendy. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.

Palelangan, V.T., Asfilayly, L.O., & Anggraini, H. (2015). Hubungan antara Pola Asuh Orang tua Terhadap Kebiasaan Enuresis Pada Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-kanak Frater Teratai Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 6(1), 37-43.

Soetjiningsih., & Ranuh, G. (2016). Tumbuh Kembang Anak, Ed :, Jakarta: EGC.

Salehi, B., Yousefichaijan, P., Rafeii, M., Mostajeran. (2016). The relationship child anxiety related disorders and primary nocturnal enuresis. Iran Journal Psychiatry Behaviour Science, 10(2), e4462. http://doi.10.17795/IJPBS-4462.

Solanki, A.N., & Desai, S.G. (2014). Pravelance and risk factors of nocturnal enuresis among school age children in rural areas. International Journal of Research in Medical Sciences, 2(1), 202-205. http://doi.105455/2320-6012.

Tarwoto &Wartonah.(2010). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan Edisi keempat. Jakarta : Salemba.Jakarta :EGC

Wong, D.L., Hockenberry, M., Eaton, Wilson, D., Winkelstein, M.L., & Schwartz, P. (2009). Buku ajar: Keperawatan pediatrik edisi 6. Jakarta: EGC.

Zheng, Y.B., Gong, Y.N., Wang, K.L., & He, D.D. (2015). Pravalence and effects of primary nocturnal enuresis in children in two districts of Shanghai City. Journal Pediatric (new series), 20(1), 235-241.

Torkashvand, F., Rezaeian, M., & Bagheani, T., Abdolkarimi, D., et.al. (2015). Pravelance of nocturnal enuresis in school age children in Rafsanjan. Journal of Pediatric Nephrology, 3(2), 71-74. http://journals.sbmu.ac.ir/jpn.




DOI: https://doi.org/10.31869/mi.v14i2.1715

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Kunjungan Sampai Saat ini    Web
Analytics Made Easy - StatCounter Flag Counter