Pemikiran Pendidikan Islam Dr. H. Abdul Karim Amrullah (Studi pada Perguruan Thawalib Padangpanjang)

Surya Afdal, Zulmuqim Zulmuqim, Duski Samad

Abstract


Pemikiran pendidikan Islam yang diterapkan Dr. H. Abdul Karim Amrullah (HAKA) pada Perguruan Thawalib telah melahirkan lembaga pendidikan Islam yang sangat penting dan paling berpengaruh di Minangkabau. Hal ini dilakukan HAKA setelah bergabung dengan Surau Jembatan Besi di Padangpanjang, HAKA menemukan kelemahan halaqah, yaitu hanya fokus mendengarkan ide guru. HAKA percaya bahwa instruksi semacam ini tidak mengembangkan kritis bagi peserta didik dalam berpikir. Dalam tanggapannya terhadap kondisi ini, bahwa HAKA menggabungkan halaqah dengan metode diskusi. HAKA mengubah pengajian surau menjadi sekolah-sekolah yang berkelas, dengan memakai metode penggabungan kurikulum pelajaran umum dan agama, memakai buku-buku baik yang ditulis oleh guru yang mengajar di Perguruan Thawalib Padangpanjang maupun kitab-kitab dari luar. Hal ini, dapat dipahami bahwa pemikiran pendidikan Islam HAKA mencakup komponen-komponen pendidikan yang meliputi; tujuan pendidikan, dasar pendidikan, pendidik, dan peserta didik.

References


Abdullah, Rahman. (2001). Aktualisasi Konsep dasar Pendidikan Islam: Rekonstruksi Pemikiran dalam Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: UII Press.

Abdullah, Taufik. (1971). School and Politics, The Kaum Muda Movement in West Sumatra: 1927-1933. New York: Cornell University.

Aibak, Kutbudin. (2009). Teologi Pembacaan dari Tradisi Pembacaan Paganis menuju Rabbani. Yogyakarta: Teras.

Al-Rasyidin. (2012). Falsafah Pendidikan Islami; Membangun Kerangka Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi Praktik Pendidikan. Bandung: Citapustaka Media Perintis.Amrullah, Abdul Karim. (1926). Sendi Aman Tiang Selamat II, Padangpanjang: t.pn.

_______. (1930). Pedoman Guru; Pembetulkan Kiblat Paham Keliru. Ford de Kock: Drukkerij Limbago.

Daya, Burhanuddin, (1995). Gerakan Pembaharuan Pemikiran Islam: Kasus Sumatera Thawalib. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Fatmawati. (2017). The Contribution of Syekh Abdul Karim Amrullah’s Thoughts in Islamic Education. Jurnal: Ta’dib. Vol. 20. No. 1.

Hamka. (1982). Ayahku: Riwayat Hidup Dr. H. Abdul Karim Amrullahdan Perjuangan Kaum Agama di Sumatera. Jakarta: UMMINDA. Cet. Ke-4.

Maftukhin, Anis. (2009). Krisis Intelektual Islam, Selingkuh Kaum Cendekiawan dengan Kekuasaan Politik. Jakarta: Erlangga.

Nata, Abuddin. (2003). Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Putra, Apria. (2017). Ulama dan Karya Tulis: Diskursus Ke-Islaman di Minangkabau Awal Abad 20. Jurnal: Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan. Vol. 1. No. 2.

Ramayulis dan Samsul Nizar. (2010). Ensiklopedi Tokoh Pendidikan Islam. Jakarta: Quantum Teaching.

_______. (2014). Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Saputro, Ichsan Wibowo. (2016). Konsep Tauhid Menurut Abdul Karim Amrullah dan Implikasinya terhadap Tujuan Pendidikan Islam. Jurnal: At-Ta'dib. Vol. 11. No. 2.

Siswayanti, Novita. (2016). Haji Abdul Karim Amrullah Ulama Pembaharu Islam Di Minangkabau. Jurnal: Dialog. Vol. 39. No. 1.

Zulmuqim. (Juli 2015). Transformation of the Minangkabau Islamic Education: The Study of Educational thought of Abdul Karim Amrullah, Abdullah Ahmad and Rahmah El-Yunusiyah. Jurnal: Al-Ta’lim. Vol. 22. No. 2.




DOI: https://doi.org/10.31869/jkpu.v5i2.3830

Article Metrics

Abstract view : 384 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 248 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  Indexed by:

 Supported by Association 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.