Metode Pengembangan Agrowisata Jeruk Siam Gunung Omeh (Jesigo) di Kampung Wisata Saribu Gonjong
Sari
Agrowisata merupakan salah satu bentuk wisata potensial untuk dikembangkan di Indonesia mengingat kondisi geografis yang mendukung pengembangan sektor pertanian sebagai daya tarik wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kampung Wisata Saribu Gonjong (Sarugo) di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, memiliki potensi lahan Jeruk Siam Gunung Omeh (Jesigo) yang berpeluang dikembangkan menjadi kawasan agrowisata, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya pengetahuan masyarakat lokal mengenai konsep dan metode pengembangan agrowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan metode pengembangan Agrowisata Jesigo di Kampung Wisata Saribu Gonjong serta mengetahui ketersediaan sarana dan prasarana pendukungnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan (action research), yang dilaksanakan melalui tahapan diagnosis masalah, perancangan tindakan, dan pelaksanaan tindakan berupa Focus Group Discussion (FGD) bersama pemilik lahan, kelompok tani, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam kepada lima orang informan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengembangan agrowisata yang diterapkan meliputi sembilan aspek, yaitu penataan dan penyiapan lahan objek wisata, penyiapan sumber daya manusia dan sinergi kelembagaan, pengusulan program berbasis masyarakat untuk mendapatkan pendanaan pemerintah, perbaikan sarana jalan pedesaan, penyusunan paket program agrowisata bagi pengunjung, perbaikan pengelolaan lahan dan permukiman, peningkatan kemampuan pengolahan serta pemasaran hasil pertanian, pelestarian seni budaya tradisional, dan peningkatan kerja sama dengan pihak terkait. Dari kesembilan aspek tersebut, sebagian besar sudah mulai diterapkan meskipun belum optimal, sementara pelestarian seni budaya tradisional dan perbaikan sarana permukiman masih belum terlaksana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan perguruan tinggi agar pengembangan Agrowisata Jesigo dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani jeruk di Kampung Wisata Saribu Gonjong.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Ariani. (2017). Pengembangan Agrowisata Berbasis Tanaman Hias untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Kajian Pariwisata, 1(1), 84–96.
Arikunto, S. (2017). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Bappenas. (2010). Kriteria Kawasan Agrowisata. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Budiarti, T., & Muflikhati, I. (2013). Pengembangan Agrowisata Berbasis Masyarakat pada Usahatani Terpadu Guna Meningkatkan Kesejahteraan Petani dan Keberlanjutan Sistem Pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 18(3), 200–207.
Damanik, J. (2006). Pengertian Pariwisata. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 18(3), 200–207.
Departemen Pertanian. (2016). Motivasi Wisatawan dalam Pengembangan Agrowisata. Jakarta: Departemen Pertanian RI.
Fandeli, C., Baiquni, M., & Dewi, N. (2013). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Wisata Jatiluwih. Yogyakarta: UGM Press.
Gumelar, S. (2010). Handout Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata. Bandung: Universitas Padjadjaran.
Inskeep, E. (2013). Tourism Planning: An Integrated and Sustainable Development Approach. New York: Van Nostrand Reinhold.
Lobo, R., Goldman, G., Jolly, D., Wallace, B., Schrader, W., & Parker, S. (1999). Agritourism Benefits Agriculture in San Diego County. California Agriculture, 53(6), 20–24.
Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
Sangadji, E. M., & Sopiah. (2010). Metodologi Penelitian: Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi Offset.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutjipta, N. (2001). Agrowisata. Denpasar: Universitas Udayana.
Tirtawinata, M. R., & Fahruddin, L. (1999). Daya Tarik dan Pengelolaan Agrowisata. Jakarta: Penebar Swadaya.
Utama, I. G. B. R. (2001). Agrowisata sebagai Pariwisata Alternatif Indonesia: Solusi Masif Pengentasan Kemiskinan. Yogyakarta: Deepublish.
Utama, I. G. B. R., & Junaedi, I. W. R. (2019). Agrowisata sebagai Pariwisata Alternatif Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.
Wardiyanta. (2010). Metode Penelitian Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
Wood, M. E. (2000). Ecotourism: Principles, Practices and Policies for Sustainability. Nairobi: UNEP.
Zebua, M. (2016). Inspirasi Pengembangan Pariwisata Daerah: Destinasi Wisata. Yogyakarta: Deepublish.
DOI: https://doi.org/10.31869/rp%20250.000.v3i1.8316
Article Metrics
Sari view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Indexed by:
Supported by Association




