Perancangan dan Implementasi Menu Makanan Seimbang Breakfeast Yang Dapat Diminati Pengunjung di Hotel Sakura Syariah

bella bella, Muhammad Iqbal, Wina Asty, Winda Diana

Sari


Menu seimbang adalah susunan makanan yang mengandung seluruh zat gizi makro dan mikro dalam jumlah dan proporsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dalam penelitian ini menu seimbang akan di implementasi kan di Hotel Sakura dimana memperhatikan kecukupan kalori sarapan pagi. Menurut Kemenkes RI, Kebutuhan kalori pada saat sarapan menyumbang 20-25% dari total kebutuhan energi harian yang berarti manusia membutuhkan 400 – 700 kkal ketika sarapan pagi (breakfast). Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, beberapa tahapan yang dilakukan dimulai dari perencanaan, penyusunan menu seimbang, pelaksanaan hingga evaluasi menu seimbang. Di dapatkan hasil yakni Kacang hijau memiliki jumlah kalori sebanyak 1.085,1 kkal untuk 10 porsi maka 1 porsi memiliki hanya 108,5 kkal, ayam rebus bumbu kuning memiliki jumlah kalori sebanyak 2.628,9 kkal untuk 10 porsi maka 1 porsi hanya 262,89 kkal, Tumis buncis tahu memiliki kalori berjumlah 1.099,5 kkal maka 1 porsi hanya 109,95, ubi jalar memiliki jumlah kalori sebanyak 996 maka 1 porsi hanya 99,6 dan semangka memiliki jumlah kalori sebanyak 600 maka 1 porsi hanya 60. Total jumlah kalori 10 porsi yakni 6.409,4 kkal maka 1 porsi berjumlah 640,94. Jumlah kalori dari semua menu yang dihidangkan berjumlah 640,94 untuk 1 porsi orang, sesuai dengan kementrian kesehatan RI bahwasannya seseorang memerlukan kalori sebanyak 1800-2000 kkal dalam sehari, dan untuk breakfast sebanyak 400-700 kkal. Menu seimbang ini berjumlah 640,94 yang artinya memenuhi kalori untuk sarapan pagi.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Almatsier, S. (2009). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kemenkes RI (2021). Profit Kesehatan Indonesia 2020. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Nugraheni, A. (2020). Dasar-dasar penyusunan menu. Jakarta: Penerbit X.

Rynders, C. A., Thomas, E. A., Zaman, A., Pan, Z., Catenacci, V. A., & Melanson,

E. L. (2019). Effectiveness of intermittent fasting and time-restricted feeding compared to continuous energy restriction for weight loss. Nutrients, 11(10), 2442.

Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2010). Consumer behavior (10th ed.). New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru. Jakarta: UI Press.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D). CV Alfabeta.

Pamelia, I. (2018). Perilaku Konsumsi Makanan Cepat Saji Pada Remaja dan Dampaknya Bagi Kesehatan. Jurnal IKESMA, 144-153

Winarno, F. G. (2004). Ilmu pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: https://doi.org/10.31869/jrp.v5i1.8297

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexed by:

 Supported by Association