Penguatan Kapasitas Guru Sekolah Dasar dalam Menciptakan Kelas Inklusif yang Ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Guesa Maiwinda, Dini Susanti, Ridania Ekawati, Vini Wela Susanti, Sekar Harum Pratiwi, Jepri Naldi, Nurasna Harahap, Aulia Rahmi

Abstract


Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan guru sekolah dasar dalam mengelola kelas inklusif yang ramah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Fokus kegiatan adalah penguatan kapasitas guru melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik penyusunan strategi pembelajaran inklusif. Pokok bahasan meliputi konsep pendidikan inklusif, identifikasi karakteristik ABK, pengelolaan kelas yang ramah, adaptasi pembelajaran, serta pengembangan lingkungan belajar yang mendukung keberagaman peserta didik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru dalam menciptakan kelas yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan ABK. Metode yang digunakan berupa pelatihan partisipatif, diskusi kelompok, studi kasus, dan pendampingan implementasi di kelas. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang pendidikan inklusif, kemampuan merancang pembelajaran yang adaptif, serta terciptanya lingkungan kelas yang lebih

ramah, aman, dan mendukung perkembangan seluruh peserta didik.


Full Text:

PDF

References


Ainscow, M., Booth, T., & Dyson, A. (2006). Improving Schools, Developing Inclusion. Routledge.Forlin, C. (2013). Changing Paradigms and Innovative Approaches to Teacher Education for Inclusion. International Journal of Inclusive Education, 17(12), 1259- 1268Loreman, T., Deppeler, J., & Harvey, D. (2010). Inclusive Education: Supporting Diversity in the Classroom. RoutledgePermendiknas No. 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Kementerian Pendidikan Nasional)

Sunardi, Sugini, Gunarhadi, Lisyanti, P., & Formal, E. (2011). The Implementation of Inclusive Education for Students with Special Needs in Indonesia. Excellence in Higher Education, 2(1), 1-10.

Tarnoto, N. (2016). Permasalahan-permasalahan yang dihadapi sekolah penyelenggara pendidikan inklusi pada tingkat SD. Humanitas: Jurnal Psikologi Indonesia, 24(1), 50- 61.

UNESCO. (2009). Policy Guidelines on Inclusion in Education. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization,

Yusuf, M. (2014). Pendidikan bagi anak dengan problema belajar. PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.,

Budiyanto, Sheehy, K., Kaye, H., & Rees, A. (2020). Indonesian Teachers’ Knowledge and Beliefs About Inclusive Education.International Journal of Inclusive Education, 13(6), 619-632.

Kementerian Pendidikan Nasional. (2009). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa. Jakarta: Kemendiknas.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.

CAST. (2018). Universal Design for Learning Guidelines Version 2.2. Wakefield, MA: Author. Budiyanto. (2017). Pengantar Pendidikan Inklusif Berbasis Budaya Lokal. Jakarta: Kencana.




DOI: https://doi.org/10.31869/jmp.v6i1.8198

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed By :

INDEXED BY :

       


Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM). Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Jl. Pasir Kandang No.4, Pasie Nan Tigo, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586. 
Email : lppmumsb@gmail.com




 Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.