POTENSI PASAR DALAM PENGEMBANGAN USAHA GAMBIR SEBAGAI PEWARNA TEKSTIL DI SUMATERA BARAT

Wedy Nasrul, Ketrina Pramesya

Sari


Tanaman gambir bisa dimanfaat untuk menjadi bahan baku beberapa produk bahan jadi. Umumnya, bagian tanaman gambir yang dimanfaatkan adalah daun dan rantingnya. Daun dan ranting gambir dapat menghasilkan senyawa kimia berupa tanin dan katekin. Senyawa kimia yang dihasilkan tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan pewarna alami untuk tekstil.  Penelitian ini melihat peluang pasar pengembangan gambir sebagai pewarna tekstil. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Pada aspek pasar yang terlihat dari industri pewarna alami tekstil berbahan baku gambir dapat dinyatakan layak. Hal ini terlihat dari demand dan supply pewarna alami tekstil yang terdapat di dalam dan luar negeri cukup bagus, dimana dalam negeri terdapat 4.393 UMKM pebatik yang membutuhkan pewarna tekstil alami sebagai produk subtitusi dari pewarna alami dan pewarna kimia. Sedangkan di luar negeri seperti Jepang, Korea Selatan, Negara di Asia Selatan, Amerika yang mengusung konsep go green juga menjadi target pasar yang menjanjikan. Struktur pasar untuk pewarna alami tekstil ini yaitu oligopoly dimana hanya ada sebagian kecil pelaku usaha penghasil produk pewarna alami tekstil di Indonesia dan khususnya di Sumatra Barat belum ada industri serupa. Kompetitor dari industri ini juga tidak ada di Sumatra Barat, bahkan di Indonesia belum ada yang memiliki skala usaha besar.

 


Teks Lengkap:

PDF


DOI: https://doi.org/10.31869/me.v12i2.8723

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##


Supported by Association 

    

Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Jl. Pasir Kandang No.4, Pasie Nan Tigo, Kec. Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat 25586. 
Email : fekonumsb@gmail.com

 Web
Analytics Made Easy - StatCounter 

 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.