PEMANFAATAN "PULOR" (PUDING DAUN KELOR) SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN LOKAL PEMENUHAN NUTRISI ANAK DI TK AISYIYAH II
Sari
Masalah pemenuhan nutrisi pada anak usia dini masih menjadi tantangan dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan pangan lokal yang kaya akan vitamin, mineral, dan protein, namun pemanfaatannya sering kali kurang diminati oleh anak-anak karena aromanya yang khas. Inovasi "Pulor" (Puding Daun Kelor) hadir sebagai alternatif pangan lokal yang diolah secara menarik dan disukai anak-anak untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka. Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menginisiasi pemenuhan nutrisi tambahan bagi anak-anak di TK Aisyiyah II melalui pemanfaatan pangan lokal berbasis daun kelor dalam bentuk puding. Metode: Metode pelaksanaan PkM ini berfokus pada intervensi langsung berupa pemberian produk "Pulor" kepada seluruh siswa di TK Aisyiyah II. Kegiatan diawali dengan tahap persiapan pengolahan produk oleh tim pengabdian, dilanjutkan dengan pendistribusian dan konsumsi bersama di sekolah. Evaluasi dilakukan secara kualitatif untuk melihat daya terima (kesukaan) anak-anak terhadap rasa, warna, dan tekstur puding melalui observasi langsung dan wawancara singkat.Hasil: Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa "Pulor" memiliki daya terima yang sangat tinggi di kalangan siswa TK Aisyiyah II. Sebagian besar anak menyukai rasa dan tekstur puding, serta mampu menghabiskan porsi yang diberikan tanpa penolakan terhadap aroma khas kelor. Pemberian intervensi ini berhasil memperkenalkan alternatif camilan sehat yang padat gizi kepada anak-anak.Kesimpulan: Pemberian "Pulor" terbukti efektif sebagai salah satu alternatif intervensi pangan lokal untuk pemenuhan nutrisi anak usia dini di sekolah. Pendekatan distribusi langsung ini dapat menjadi stimulus awal bagi pihak sekolah maupun orang tua untuk lebih memanfaatkan daun kelor dalam variasi menu harian anak.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Adriani & Wirjatmadi. (2012). Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Kencana, Jakarta. Ariani, M., Hermanto, Hardono, G.S., Sugiarto, Wahyudi, T. S. (2013).
Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Cooke, L. (2007). The importance of exposure for healthy eating in children. Journal of Human Nutrition and Dietetics, 20(4), 294-301.
Gopalakrishnan, L., Doriya, K., & Kumar, D. S. (2016). Moringa oleifera: A review on nutritive importance and its medicinal application. Food Science and Human Wellness, 5(2), 49-56.
Hasanah, U. (2018). Pemanfaatan edukasi gizi seimbang pada anak usia dini. Jurnal Golden Age, 2(01), 22-31.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kemenkes RI.
Muliawati, S. (2018). Efektivitas Pemberian Puding Daun Kelor Terhadap Peningkatan Status Gizi Anak Kurang Zat Besi. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(24), 115-122.
Pratana, A. (2019). Formulasi dan uji daya terima puding berbasis pangan lokal sebagai alternatif makanan selingan anak. Jurnal Teknologi Pangan, 6(1), 45-52.
Sanjaya, W. (2017). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Syarif, D. R., dkk. (2011). Buku Ajar Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Wardle, J., Herrera, M. L., Cooke, L., & Gibson, E. L. (2003). Modifying children's food preferences: the effects of supply and reward on acceptance of an unfamiliar vegetable. European Journal of Clinical Nutrition, 57(2), 341-348.
DOI: https://doi.org/10.31869/jsam.v6i1.8029
Article Metrics
Sari view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Indexed By :







