KARAKTERISTIK MARSHALL KERAMIK SEBAGAI AGREGAT HALUS DAN FILLER PADA CAMPURAN HOT ROLLER SHEET (HRS)
Sari
Penelitian ini mengenai pemanfaatan bahan sisa keramik pada pemasangan lantai rumah sebagai agregat halus dan filler dalam pembuatan lapis perkerasan aspal. Sebagai bahan agregat halus dan filler, keramik dicampur dengan Semen Portland dengan komposisi tertentu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya ikat antar butiran keramik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan keramik sebagai dan agregat halus dan filler pada campuran HRS-WC terhadap karakteristik stabilitas, flow, density, VITM, VFWA, VMA, Marshall Quotient dan Immersion Test. Tahap pertama dimulai dari pemeriksaan bahan aspal dan agregat menggunakan spesifikasi Bina Marga. Tahap kedua membuat benda uji untuk mencari kadar aspal optimum dengan filler abu batu dengan kadar aspal 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6%. Tahap ketiga dilakukan pengujian Marshall standar dan Immersion Test pada variasi agregat halus dan filler dengan kadar yaitu 0% keramik, 25% keramik, 50% keramik, 75% keramik dan 100% keramik dengan menggunakan kadar aspal optimum. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan keramik akan menurunkan nilai stabilitas, Marshall Quotient, VITM dan VMA dan menaikkan nilai flow, density dan VFWA. Keramik dapat digunakan sebagai agregat halus dan filler dalam pembuatan lapis perkerasan HRS dengan variasi kadar 25% keramik.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Arief, M. S. (2013). Penggunaan Bahan Pengisi (Filler) Serbuk Keramik, Ditinjau dari Parameter Marshall pada Lapis Aspal Beton (Laston). Jurnal Rekayasa Sipil, Universitas Islam Malang, 28-35.
Bina Marga, D. J. (1998). Manual Central Quality Control and Monitoring Unit. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.
Bina Marga, D. J. (2009). Manual Konstruksi dan Bangunan Pemeriksaan Material/Bahan Jalan No.015/BM/2009. Jakarta: Departemen Pekerjaa Umum.
Kalbu, T. I. (2020). Lebih Dalam Mengenal Jenis Keramik dan Seluk Beluknya. Retrieved from Klasika Kompas: http://klasika.kompas.id/
Laia, Sandro dkk. (2016). Pengaruh Penggunaan Serbuk Keramik sebagai Tambahan Agregat Halus dalam Campuran Aspal. Jurnal Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Kristen Krida Wacana, 149-156.
Londongsalu, Agus Tolla dkk. (2019). Karakteristik Campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course yang Menggunakan Batu dari Buntao Toraja Utara. E-Junal Teknik Sipil UKI-Paulus Makassar.
Nikmatul, A. (2017). Kinerja Campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) dengan Filler Abu Ampas Tebu. Jurnal Bangunan, Universitas Negeri Malang, 11-20.
Revisdah, R. U. (2018). Pemanfaatan Limbah Keramik Terhadap Kuat Tekan Beton. Seminar Nasional Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Jakarta.
(1991). SNI 06-2489. Pustran Balitbang, Pekerjaan Umum.
Sukirman, S. (1999). Perkerasan Jalan Lentur. Bandung: Nova.
Sukirman, S. (2012). Beton Aspal Campuran Panas. Bandung: Institusi Teknologi Bandung.
DOI: https://doi.org/10.31869/rtj.v5i1.2832
Article Metrics
Sari view : 394 timesPDF - 233 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
Kunjungan Dari Negara
Rang Teknik Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.