STUDI EKSPERIMEN PENGARUH CAMPURAN SIKA DALAM MENINGKATKAN KUAT TEKAN BATA RINGAN

Arman. A., Hamdeni Medriosa, Agri Americo A, Faizal Rahmat Fantoni

Sari


Dalam pembuatan nya, bata ringan mempunyai campuran agregat khusus yaitu bahan seperti pasir, semen, zat additive sikament NN, dan air dalam pembuatan bata ringan. Agregat khusus bata ringan dapat diperoleh dari alam baik secara langsung maupun dari proses terlebih dahulu. Bata ringan biasa yang beredar dipasaran banyak yang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 15-2094-1991 dan SNI 15-2094-2000). zat additive sikament NN merupakan cairan yang berfungsi sebagai zat additive untuk mengurangi kadar air dan untuk mempercepat pengerasan beton dan kelecekannya tinggi, sesuai dengan A.S.T.M C494-81 Type F. Dari hasil pemeriksaan kuat tekan bata ringan dengan penambahan zat additive sikament NN pada tiga variasi dimana tiap-tiap variasi tersebut memiliki umur rencana yaitu 3 hari, 14 hari, dan 28 hari untuk bata normal hasil uji kuat tekan pada umur 3 hari di dapatkan nilai kuat tekan 11,14 MPa, pada umur 14 hari di dapatkan nilai kuat tekan 12,45 MPa dan pada umur 28 hari di dapatkan nilai kuat tekan 12,79 MPa.Untuk bata dengan campuran 5% zat additive sikament NN pada sampel yang di uji pada umur 3 hari di dapatkan nilai kuat tekan 14,36 MPa, pada umur 14 hari campuran 5% di dapatkan nilai kuat tekan 16,06 Mpa, dan pada umur 28 hari di dapatkan nilai kuat tekan 19,30 MPa. Untuk bata campuran 15% zat additive sikament NN pada sampel uji tekan umur 3 hari di dapatkan nilai kuat tekan 24,13 MPa, pada umur 14 hari di dapatkan nilai kuat tekan 26,47 MPa dan pada umur 28 hari di dapatkan nilai kuat tekan 26,97 MPa. Untuk bata campuran 25% pada sampel yang di uji tekan umur 3 hari di dapatkan nilai kuat tekan 25,14 MPa, pada umur 14 hari di dapatkan nilai kuat tekan 28,33 MPa dan pada umur 28 hari di dapatkan nilai kuat tekan 29,94 MPa, sedangkan Zat additive sikament NN, Zat Foam Agent (Busa) terhadap pemakaian volume air diambil 5% di peroleh hasil kuat tekan bata ringan rata-rata pada umur 28 hari 15,28 MPa.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amri, S. 2005. Teknologi Beton A-Z, Universitas Indonesia, Jakarta.

Ariansyah Pratama Wily, Anggraini Retno, Zacoeb Achfas, Wahyuni Edhi S,Perbandingan Kuat Tekan dan Tegangan-Regangan Bata Beton Ringan Dengan Penambahan Mineral Alami Zeolit Alam Tertahan Saringan No. 80 dan Tertahan Saringan No. 200. Rekayasa Sipil Vo l9,No.3 2015

ASTM C 33-01, Standard Specification for Concrete Aggregates

Hakim, dkk, 1996. Dasar-dasar Ilmu Tanah.Universitas Lampung, Lampung.

Handayani, Sri. 2010. Kualitas Batu Bata Merah Dengan Penambahan Serbuk Gergaji. Jurnal Teknik Sipil Dan Perencanaan. Diakses 15 Oktober 2014

Hartono JMV, 1990, Teknologi Bahan Bangunan Bata dan Genteng, Balai Penelitian Keramik, UGM.

Murdock, JL., Brook. MK (1999), Bahan dan Praktek Beton, Jakarta : Erlangga

Shanti, W, M., dan Winayati. 2017. Analisis Pengaruh Penambahan Sikament-NN Terhadap Karakteristik Beton. Jurnal Teknik Sipil Siklus, Vol. 3, No, 2, Oktober.

Standar Nasional Indonesia 02-6820-2002 Tentang spesifikasi agregat halus untuk pekerjaan adukan da n plesteran dengan bahan dasar semen

Standar Nasional Indonesia 15-2094-1991, Bata Merah Pejal.

Susatyo, dkk., 2014. Sampah Sebagai Bahan Baku Pembuatan Batu Bata. Prosiding Semnas Entrepreneurship. ISBN:978-602-8047-99-9.




DOI: https://doi.org/10.31869/rtj.v3i1.1636

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

"Web Kunjungan Saat ini

Kunjungan Dari Negara

 Flag Counter

 

 

Creative Commons License
Rang Teknik Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.