Perencanaan Atraksi Wisata Budaya Seni Tari Kreasi di Desa Wisata Koto Gadang
Sari
Abstrak
Atraksi wisata adalah segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah atau destinasi wisata. Penelitian ini berfokus pada seni tari kreasi, yaitu tarian yang dikembangkan dari tari tradisional yang bersifat bebas dan mengedepankan nilai-nilai artistik dan estetika. Karakteristik tari kreasi harus bersifat inovatif, berakar pada tradisi, mengandung nilai estetika, dan fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan konsep atraksi wisata seni tari kreasi dan mengetahui tanggapan masyarakat lokal terhadap atraksi tersebut di Desa Wisata Koto Gadang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif terapan tindakan dengan objek penelitian berupa atraksi wisata seni tari kreasi, menggunakan seting tindakan berupa diagnosis masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada Event Pejalan Nagari Walk-in di Desa Wisata Koto Gadang, tari kreasi yang berhasil diciptakan bernama Tari Sumbang Serimbang, yang memadukan gerakan dari empat tarian tradisional: Tari Tor-Tor, Tari Kuthidieng, Tari Bagurau, dan Tari Melayu. Penerapan tari kreasi ini memperhatikan aspek mengekspresikan jiwa, unsur gerak dan estetika, pola gerak dalam ruang dan waktu, integrasi musik, kostum dan tema, serta eksplorasi dan improvisasi. Tarian ini mendapat respons positif dari masyarakat dan validator ahli sebagai atraksi budaya unggulan Desa Wisata Koto Gadang.
Kata Kunci: Atraksi Wisata, Tari Kreasi, Desa Wisata, Koto Gadang
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Abdulhaji, S., Jafar, M., & Ahmad, R. (2016). Pengembangan obyek dan daya tarik wisata alam sebagai daerah tujuan wisata di Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal Penelitian Humano, 7(1), 18–30.
Ahmad, H. (2014). Pengembangan pariwisata berkelanjutan. Yogyakarta: Deepublish.
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., & Wanhill, S. (2018). Tourism: Principles and Practice (6th ed.). Pearson.
Gunn, C. A., & Var, T. (2012). Tourism Planning: Basics, Concepts, Cases (4th ed.). Routledge.
Hadi, Y. S. (2005). Tari: Sebuah Pengantar Apresiasi. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher.
Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. (2009). Pedoman Umum Pengembangan Desa Wisata. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru. Jakarta: UI Press.
Soedarsono. (2016). Seni Pertunjukan Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Soekadijo, R. G. (2002). Anatomi Pariwisata. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Suharji. (2013). Tari kreasi sebagai pengembangan seni tari tradisional. Jurnal Pendidikan Seni, 1(1), 1–10.
Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
UNWTO. (2007). A Practical Guide to Tourism Destination Management. Madrid: World Tourism Organization.
DOI: https://doi.org/10.31869/jrp.v6i1.8340
Article Metrics
Sari view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Indexed by:
Supported by Association




