Pengembangan Produk Kuliner Berbasis Bahan Pangan Lokal: Inovasi Mie Buah Melinjo sebagai Pendukung Wisata Gastronomi di Kabupaten Padang Pariaman
Sari
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pengembangan produk mie berbahan dasar buah melinjo (Gnetum gnemon) sebagai upaya diversifikasi pangan lokal sekaligus penguatan daya tarik wisata gastronomi di Kabupaten Padang Pariaman. Kabupaten ini merupakan sentra produksi melinjo terbesar di Sumatera Barat dengan total produksi mencapai 18.081,16 kuintal per tahun, namun pemanfaatannya masih terbatas pada emping dan sayur. Metode yang digunakan adalah eksperimen terapan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilakukan dalam dua tahap formulasi resep dengan uji organoleptik hedonik kepada 25 responden yang merupakan wisatawan di kawasan Pantai Tiram serta dua panelis terlatih dari kalangan profesional dapur. Instrumen penelitian mencakup kuesioner berskala Likert, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, dan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25. Hasil formulasi tahap pertama dengan konversi melinjo sebesar 50% dari total bobot tepung dinyatakan gagal karena tidak memenuhi ekspektasi konsumen, khususnya pada aspek tekstur (rata-rata 1,28) dan rasa (rata-rata 2,20). Formulasi tahap kedua dengan penurunan proporsi melinjo menjadi 25% berhasil memperoleh penerimaan positif dari seluruh responden dengan skor rata-rata: rasa 4,64; warna 4,52; aroma 4,56; tekstur 4,52; penampilan fisik 4,32; dan penerimaan masyarakat 4,32. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa penampilan fisik dan warna secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penerimaan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa produk mie melinjo layak dikembangkan sebagai inovasi kuliner lokal, penunjang wisata gastronomi, serta peluang usaha bagi pelaku UMKM di Kabupaten Padang Pariaman.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Agung, I. M., & Zarah, P. (2016). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Pekanbaru: Zanafa Publishing.
Badilangoe, R. (2012). Teknologi Pengolahan Mie dan Produk Sejenisnya. Yogyakarta: Kanisius.
Badan Pusat Statistik Sumatera Barat. (2024). Statistik Pertanian Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Tahun 2024. Padang: BPS Sumatera Barat.
Dendi, M. (2021). Uji Organoleptik dan Hedonik Produk Pangan. Jakarta: Rineka Cipta.
Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. (2013). Daftar Komposisi Bahan Makanan. Jakarta: Depkes RI.
Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Listyati, D. (2019). Potensi pengembangan melinjo. Sirinov, 7(1), 23–36.
Meda Canti, Ivana Fransiska, & Diana Lestari. (2020). Karakteristik Mi Kering Substitusi Tepung Terigu dengan Tepung Labu Kuning dan Tepung Ikan Tuna. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 9(4).
Paramita, G. P., Fitriyah, A., & et al. (2025). Pengaruh Inovasi Produk dan Kualitas Produk Terhadap Minat Beli Ulang. Vol. 02(03), 5.
Pribadi, F. R., & Raharjo, T. P. (2024). Inovasi Crepes Berbasis Melinjo. Jurnal Pariwisata, 19(3).
Rahma, R. A., & Widjanarko, S. B. (2012). Pembuatan Mie Basah dengan Substitusi Parsial MOCAF (Modified Cassava Flour) terhadap Sifat Fisik, Kimia dan Organoleptik. Jurnal Teknologi Pertanian.
Suhaeni, N. (2019). Petunjuk Praktis Membuat Mie dan Bihun. Bandung: Yrama Widya.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutanti, S., Oktavia, S., Tasliyah, A. S., & Muslimatu, I. (2022). Pembuatan Mie Instan Aroma Wortel (Arancia Noodle). Jurnal Pangan dan Agroindustri.
Taupik, M. (2022). Produk Pangan Olahan: Teknologi dan Inovasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
DOI: https://doi.org/10.31869/jrp.v6i1.8315
Article Metrics
Sari view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Indexed by:
Supported by Association




