Analisis Pengaruh Protokol Cleanliness, Healthy, Safety, And Environment (CHSE) Terhadap Tingkat Hunian Kamar Hotel Pada Era New Normal Di Nikita Hotel Bukittinggi

Pegi Akma Putri, inayatul husna, wina asty

Sari


Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan penurunan drastis tingkat hunian kamar hotel di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Bukittinggi. Sebagai respons, pemerintah melalui Kemenparekraf mewajibkan penerapan protokol Cleanliness, Healthy, Safety, and Environment (CHSE) pada usaha pariwisata sejak Oktober 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan protokol CHSE di Nikita Hotel Bukittinggi dan sejauh mana keempat dimensinya — kebersihan (cleanliness), kesehatan (healthy), keselamatan (safety), dan kelestarian lingkungan (environment) — berpengaruh terhadap tingkat hunian kamar pada era new normal. Penelitian menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan populasi seluruh tamu yang pernah atau sedang menginap di Nikita Hotel Bukittinggi pada tahun 2020 sebanyak 2.384 orang. Sampel ditentukan melalui rumus Slovin dengan toleransi kesalahan 10%, menghasilkan 100 responden yang dipilih secara probability sampling dan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Guttman (Ya/Tidak) sebanyak 31 butir pernyataan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data mencakup uji regresi linear berganda, uji t parsial, uji F simultan, dan koefisien determinasi, serta perhitungan Occupancy Rate (OCC) aktual. Hasil uji t menunjukkan bahwa cleanliness, healthy, safety, dan environment masing-masing berpengaruh signifikan secara parsial terhadap tingkat hunian kamar, dengan cleanliness sebagai variabel paling dominan. Uji F mengonfirmasi pengaruh simultan keempat variabel (F hitung = 3,532 > F tabel = 3,093, sig. 0,001). Koefisien determinasi menunjukkan kontribusi CHSE sebesar 64,7% terhadap variasi tingkat hunian. Namun, data OCC aktual (Nov 2020–Jul 2021) rata-rata hanya 25%, jauh di bawah target 50%, yang mengindikasikan bahwa kebijakan PSBB dan PPKM dari pemerintah lebih dominan memengaruhi tingkat hunian dibandingkan protokol CHSE itu sendiri.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Budi, A. P. (2013). Manajemen marketing perhotelan. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Damardjati, R. S. (2006). Istilah-istilah dunia pariwisata. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.

Ghozali, I. (2002). Aplikasi analisis multivariate dengan program SPSS (Edisi 2). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2012). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 20 (Edisi 6). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariete dengan program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Kemenparekraf. (2020a). Panduan pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan di hotel tahun 2020. Jakarta: Kemenparekraf.

Kemenparekraf. (2020b). Verifikasi dan sertifikasi CHSE tahun 2020. Jakarta: Kemenparekraf.

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Keputusan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi No. KM 94/HK103/MPPT-1987 tentang Ketentuan Usaha dan Penggolongan Hotel.

Kusubantio, W. (2020). Pengertian CHSE. Jakarta: Kemenparekraf.

Nugraheni, K. S., Dewi, A. M., & Octafian, R. (2020). Penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE) homestay untuk keselamatan wisatawan. Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Semarang.

Rianse, U., & Abdi. (2011). Metodologi penelitian sosial dan ekonomi: Teori dan aplikasi. Bandung: Alfabeta.

Sugiarto, E. (2002). Hotel front office administration. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulastiyono, A. (2008). Manajemen penyelenggaraan hotel. Bandung: Alfabeta.

Sulastiyono, A. (2011). Manajemen penyelenggaraan hotel: Seri manajemen usaha jasa sarana pariwisata dan akomodasi. Bandung: Alfabeta.

Sulastiyono, A. (2016). Manajemen penyelenggaraan hotel. Bandung: Alfabeta.

Tandilino, S. B. (2020). Penerapan Cleanliness, Health, Safety, & Environmental Sustainable (CHSE) dalam era normal baru pada destinasi pariwisata Kota Kupang. Jurnal Politeknik Negeri Kupang.

Umar, H. (2002). Metodologi penelitian. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wahid, A. (2015). Strategi pengembangan wisata Nusa Tenggara Barat menuju destinasi utama wisata islami. Yogyakarta: UMY.




DOI: https://doi.org/10.31869/jrp.v1i2.8308

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexed by:

 Supported by Association