Kewenangan Bawaslu dalam Penyidikan Tindak Pidana Pemilu Money Politics

Endah Cahyani, Hafiz Sutrisno

Sari


Sebagai negara hukum dan demokrasi konstitusional, Indonesia menempatkan Pemilihan Umum (Pemilu) sebagai instrumen utama untuk menegakkan prinsip kedaulatan rakyat. Dalam kerangka hukum, penyelenggaraan Pemilu tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme peralihan kekuasaan secara damai, tetapi juga sebagai sarana legitimasi pemerintahan yang berlandaskan hukum. Namun, dinamika pelaksanaan Pemilu di Indonesia kerap diwarnai dengan praktik pelanggaran, termasuk politik uang, penyalahgunaan kewenangan, serta lemahnya penegakan hukum terhadap pelanggaran elektoral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dalam menjaga integritas Pemilu, serta meninjau tantangan struktural dan normatif yang dihadapi dalam penegakan hukum Pemilu. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa efektivitas pengawasan Pemilu sangat bergantung pada kapasitas kelembagaan, independensi, dan koordinasi antar-lembaga penegak hukum. Penguatan kewenangan Bawaslu dan optimalisasi fungsi Gakkumdu menjadi kunci utama dalam menciptakan Pemilu yang jujur, adil, dan demokratis sesuai amanat konstitusi.


Kata Kunci


Penegakan Hukum; Pemilu; Politik Uang

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Albarracín, J. (2018). “Electoral Irregularities and the Erosion of Democratic Legitimacy in Latin America.” Comparative Political Studies, 51(8), 1015–1045. https://doi.org/10.1177/0010414017740603.

Aspinall, E., & Berenschot, W. (2019). “Money Politics in Indonesia: Patronage and Clientelism in Local Elections.” Critical Asian Studies, 51(4), 493–513. https://doi.org/10.1080/14672715.2019.1621113.

Aspinall, E., & Berenschot, W. (2022). Democracy for Sale: Elections, Clientelism and the State in Indonesia. Cornell University Press; https://www.cornellpress.cornell.edu/book/9781501756193/democracy-for-sale/).

Aspinall, E., & Sukmajati, M. (2016). Electoral Dynamics in Indonesia: Money Politics, Patronage and Clientelism at the Grassroots. NUS Press.

Berenschot, W. (2018). “A Comparative Study of Indonesia’s Patronage Democracy.” Contemporary Southeast Asia / Journal of Current Southeast Asian Affairs (analysis of patronage structures in Indonesia).

Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Callen, M., Gibson, C. C., & Long, J. D. (2020). “Improving Electoral Integrity with Information and Technology: Evidence from Field Experiments.” American Political Science Review, 114(2), 502–520. https://doi.org/10.1017/S0003055419000815.

Djuyandi, Y. (2025). “Normalizing the illegal: public perceptions of vote-buying in West Bandung.” Frontiers in Political Science (case study on public perceptions and normalization of vote-buying).

Fitriani, R., & Arifianto, M. (2023). “Kualitas Kandidat dan Mahar Politik dalam Rekrutmen Partai di Indonesia.” Jurnal Politik dan Pemerintahan Indonesia, 14(2), 89–105.

Friedman, L. M. (1975). The Legal System: A Social Science Perspective. New York: Russell Sage Foundation.

Hidayat, T. (2020). “Kendala Penegakan Hukum Politik Uang oleh Bawaslu.” Jurnal Ilmu Hukum dan Pembangunan, 50(3), 212–228.

International IDEA, 2018, Vote Buying: An Overview; Joseph & Vashchanka, https://www.idea.int/sites/default/files/publications/vote-buying.pdf).

Kao, K. (2022). “Vote-buying, anti-corruption campaigns, and identity.” World Development / Journal of Development Studies (evidence on community service framing and accountability).

Leight, J. (2020). Value for Money? Vote-buying and Politician Accountability. Journal of Comparative Economics, 48(3), 685-705. https://doi.org/10.1017/jea.2018.27.

Li, D., Raiha, M., & Shotts, K. (2022). “Media and Accountability in Developing Democracies.” American Journal of Political Science, 66(4), 1124–1140.

Liando, D. M. (2023). “The Effectiveness of an Integrated Law Enforcement Center (Gakkumdu) in Handling Election Violations.” Jurnal AMRS/Indonesian Legal Review (evaluasi praktik penegakan hukum Pemilu dan kendala Gakkumdu); https://amrsjournals.com/index.php/jamrsss/article/download/392/494).

Mietzner, M. (2020). “Clientelism and Money Politics in Indonesia’s Electoral Democracy.” Journal of Current Southeast Asian Affairs, 39(2), 111–136.

Nugroho, B. (2023). “Media, Transparansi, dan Partisipasi dalam Pengawasan Pemilu di Indonesia.” Jurnal Komunikasi dan Demokrasi, 9(1), 45–60.

Populi Center. (2024). Laporan Survei Nasional: Perilaku Pemilih dan Bantuan Sosial dalam Pemilu 2024. Jakarta: Populi Center.

Rahman, F. (2022). “Politik Uang dan Tantangan Integritas Pemilu di Indonesia.” Jurnal Hukum dan Demokrasi, 14(1), 45–62.

Schaffer, F., & Schedler, A. (2021). “Vote Buying and the Dynamics of Electoral Corruption.” Journal of Democracy, 32(2), 98–112.

Schechter, L. (2023). “Persuading voters to punish corrupt vote-buying candidates: evidence from a radio campaign.” Journal of Public Economics (experiment on media interventions reducing vote-buying effects). https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0304387822001183).

Siregar, R. (2021). “Budaya Hukum dan Politik Transaksional dalam Pemilu di Indonesia.” Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik, 9(2), 233–250.

The Asia Foundation. (2023). Report on Electoral Integrity and Law Enforcement in Indonesia. Jakarta: The Asia Foundation.

Van Ham, C. (2015). “Getting Elections Right? Measuring Electoral Integrity.” Democratization, 22(4), 714–737. https://doi.org/10.1080/13510347.2013.871637.

Wantchekon, L. (2003). “Clientelism and Voting Behavior: Evidence from a Field Experiment in Benin.” Oxford Review of Economic Policy / Working paper (seminal experimental approach to vote-buying mechanics). Princeton University




DOI: https://doi.org/10.31869/plj.v9i2.7617

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexed By :


Faculty of Law Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Jl. By Pass Aur Kuning, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia.


Pagaruyuang Law Journal is licensed under CC BY-NC-ND 4.0