Pandangan Ulama Kota Medan Mengenai Status Perkawinan Istri Dengan Suami Pertama Pasca Nikah Muhallil Impotensi

Mhd Alfath Lubis, Zainal Arifin Purba

Sari


Penelitian ini membahas keabsahan rujuk kembali antara seorang istri dan suami pertama setelah terjadinya talak ba’in kubra, khususnya dalam kasus istri menikah dengan muhallil yang mengalami impotensi. Permasalahan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara teori fikih dan praktik yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan ulama di Kota Medan mengenai keabsahan pernikahan kembali tersebut. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui studi pustaka dan wawancara mendalam dengan para ulama serta praktisi hukum Islam di Kecamatan Medan Barat. Bahan hukum yang digunakan meliputi fatwa ulama, kitab-kitab fikih, serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perkawinan dan perceraian dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut pandangan ulama di Medan, pernikahan kembali dengan suami pertama tidak sah kecuali didahului oleh pernikahan muhallil yang sah dan sempurna, termasuk terjadinya hubungan suami istri (dukhul). Namun, praktik di lapangan menunjukkan masih terjadinya rujuk meskipun muhallil dalam kondisi impotensi, yang mencerminkan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap ketentuan nikah muhallil. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pemahaman hukum Islam dalam masyarakat.


Kata Kunci


Pandangan Ulama; Nikah Muhallil; Impotensi.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buku

Al-Munawwir, Ahmad Warson. (1998). Kamus al-Munawwir Arab–Indonesia terlengkap. Yogyakarta: Pustaka Progressif.

Al-Syafi’i, Imam. (2000). Kitab al-Umm (Jilid 5). Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Al-Zuhaili, Wahbah. (2011). Fiqih Islam wa adillatuh (Jilid 9). Jakarta: Gema Insani Press.

At-Tirmidzi. Sunan at-Tirmidzi. Bab rujuk setelah talak tiga (Hadis tentang istri Rifa’ah).

Brunner, & Suddarth. (1997). Buku ajar keperawatan medikal bedah. Jakarta: EGC.

Ghazali, Abdul Rahman. (2023). Fiqih munakahat. Jakarta: Kencana.

Kamil Muhammad Uwaiddah. (2021). Fiqh wanita. Jakarta: Al-Kautsar.

Malik bin Anas. Al-Muwaththa’. Hadis No. 975–976 tentang nikah muhallil.

Muslich, Ahmad. (2007). Fiqih munakahat. Jakarta: Amzah.

Zahrah, Abu. (2010). Ushul fiqh: Metodologi hukum Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Jurnal Ilmiah

Altafiah, A., & Andrayuni, L. (2023). Al-hadm dalam talak bain sughra menurut Imam Malik. Ulumul Syar’i: Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah, 12(1), 27–38.

Betawi, Usman. (2019). Nikah tahlil dalam hukum Islam. Jurnal Hukum Responsif, 7(7), 66–75.

Fauzi, Ahmad, & Handayani, Lilis. (2021). Kedudukan nikah muhallil dalam hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(1), 75–88.

Firdawaty, S., Mahmudah, S., & Isa, R. (2023). Literasi hukum Islam dan implikasinya terhadap praktik perkawinan di masyarakat. Jurnal Mahkamah: Kajian Ilmu Hukum dan Hukum Islam, 8(2), 203–214.

Hoirunnisa, & Zuraiddah. (2025). Fenomena rujuk setelah talak tiga: Kajian hukum keluarga Islam. Journal of Sharia and Legal Science, 3(1).

Maloko, M. T. (2019). Nikah muhallil perspektif imam empat mazhab. Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab, 1(2).

Mas’ud, M., Suhar, S., & Harun, H. (2023). Analisis praktik hukum keluarga dalam masyarakat perspektif sosio-yuridis. Journal of Islamic Family Law Studies, 5(2), 115–130.

Muhammad Azis, & Qayyum, A. R. (2022). Fasakh perkawinan karena suami impotent perspektif Imam al-Syafi’i dan Undang-Undang Perkawinan. Shautuna, 3(1).

Rifai, Ahmad. (2018). Polemik talak tiga dalam perspektif hukum Islam dan perundang-undangan di Indonesia. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 11(2), 215–228.

Sanusi, Ahmad, & Nurpiah, E. (2020). Praktek perkawinan muhallil di Padarincang, Serang, Provinsi Banten, Indonesia. Jurnal Hukum Islam, 18(2).

Sitepu, Muhammad Ashraf, & Iwan, Iwan. (2025). Tinjauan hukum Islam terhadap pelaksanaan rujuk pada masyarakat Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deli Serdang. Lisyabab: Jurnal Studi Islam dan Sosial, 6(1), 190–308.

Karya Ilmiah (Tesis / Disertasi)

Amirudin, A. (2019). Urgensi muhallil dalam talak bain (studi tentang muhallil dari sudut hikmah tasyri’) (Disertasi Doktor). Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

Oktariani, R. S. (2021). Praktik rujuk talak tiga di Desa Muara Karang Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang ditinjau dari hukum Islam dan hukum positif (Disertasi Doktor). IAIN Bengkulu.

Peraturan Perundang-undangan

Kompilasi Hukum Islam (KHI). (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Departemen Agama RI.

Pemerintah Republik Indonesia. (1974). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jakarta: Sekretariat Negara.




DOI: https://doi.org/10.31869/plj.v9i2.7595

Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexed By :


Faculty of Law Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Jl. By Pass Aur Kuning, Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia.


Pagaruyuang Law Journal is licensed under CC BY-NC-ND 4.0