INDEKS DMF-T BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA SISWA KELAS V DAN VI SD

Anses Warman, Eriyati Eriyati, Ika Ifitri, Arnetty Arnetty

Sari


Pendahuluan: Karies merupakan suatu penyakit kronis yang paling umum diseluruh dunia yang menyebabkan kerusakan jaringan keras gigi (email, dentin, dan sementum). Indikator karies gigi adalah penentu keadaan gigi geligi permanen seseorang yang pernah mengalami kerusakan, hilang, perbaikan yang disebabkan oleh karies gigi, indikator ini bisa menggunakan Indeks DMF-T (Decayed, Missing, Filled Tooth). Menurut teori perempuan memiliki resiko karies yang lebih tinggi daripada laki-laki. Tujuan: untuk mengetahui rata-rata Indeks DMF-T berdasarkan jenis kelamin. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian ini adalah murid Kelas V dan VI di SDN 01 Tangah Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara Purposive sampling yang mengambil populasi tertentu. Hasil: di SDN 01 Tangah Kecamatan Kamang Magek berdasarkan jenis kelamin pada murid kelas V dan VI didapatkan rata-rata Indeks DMF-T Perempuan 3,1 (kriteria sedang), rata-rata  Indeks DMF-T laki-laki 1,8 (kriteria rendah), Sedangkan rata-rata Indeks DMF-T Murid Kelas V dan VI adalah 2,3 (kriteria rendah). Kesimpulan dan Saran: Setiap anak perempuan memiliki 0-3 gigi mengalami karies dan anak laki-laki memiliki 0-2 gigi mengalami karies. Setiap Murid Kelas V dan VI di SDN 01 Tangah memiliki 0-2 gigi mengalami karies, Disarankan kepada murid Kelas V dan VI SDN 01 Tangah untuk melakukan perawatan gigi berlubang ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta mengurangi makanan manis dan melekat, menyikat gigi 2x sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Menerapkan kebiasaan berkumur-kumur setelah mengkonsumsi makanan manis dan melekat serta memeriksakan kesehatan gigi dan mulut minimal 1 x 6 bulan.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdul Ghofur (2019) Pedoman Lengkap Kesehatan gigi dan mulut. jawa tengah: Katalog dalam terbitan.

Balitbangkes Nasional (2013) ‘Riset Kesehatan Dasar’, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.

Balitbangkes Nasional (2018) ‘Riset Kesehatan Dasar’, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.

Balitbangkes Sumbar (2013) Riset Kesehatan Dasar Provinsi Sumatera Barat. Jakarta.

Balitbangkes Sumbar (2018) Riset Kesehatan Dasar Provinsi Sumatera Barat Tahun 2018, Laporan Riskesdas Nasional 2018. Jakarta.

Banerjee, A. dkk (2014) Pickard manua

konservasi restoratif.pdf. 9th edn. London: EGC.

Dameria Sinaga (2014) Statistik Dasar, Jawa Timur, UKI Pers

Deynilisa s (2016) ilmu konservasi gigi. Jakarta: EGC, p. 126.

Dinkes Sumatra Barat (2018) Riset Kesehatan Dasar Provinsi Sumatera Barat Tahun 2018, Laporan Riskesdas Nasional 2018.

Efendy R dkk (2016) kerusakan gigi pasca perawatan. Surabaya: airlangga university press.

Fadillah R (2010) ‘Pedoman Kesehatan Bagi Anak Usia Sekolah’. Banten: talenta pustaka Indonesia.

Gayatri, Rara Warih., & Mardianto. http://journal2.um.ac.id/index.php/preventia/article/view/2742

Hidayat, R., & Tandiari, A. (2016). KESEHATAN GIGI & MULUT Apa Yang Sebaiknya Anda Tahu? (P. Christiani (ed.)). CV ANDI OFFSET

Honggini s. y dkk (2012) ‘Kesehatan Gigi & Mulut Buku Lanjutan Dental Terminology’. Padang: Pustaka Reka Cipta.

https://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/DTJ/article/download/355/248

Kemenkes RI 2018. Riset Kesehatan Dasar Nasional. Balitbangkes Kemenkes RI; 2018

Kemenkes RI 2018. Riset Kesehatan Dasar Nasional. Balitbangkes Kemenkes RI; 2018

Kementrian Kesehatan (2009) ‘Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan’, 2, pp. 1–8.

Kementrian Kesehatan (2014) ‘Standar Profesi Terapis Gigi Dan Mulut, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/671/2020’, Applied Microbiology and Biotechnology, 2507(1), pp. 1–9.

Kemenkes RI 2018. Riset Kesehatan Dasar Nasional. Balitbangkes Kemenkes RI; 2018

Kidd, A.M.E. dan S.J. (2013) Dasar Dasar Karies. Jakarta: EGC.

Kusumawardani, E. (2011a) Buruk nya Kesehatan Gigi dan Mulut. Bantul, Yogyakarta: siklus.

Margareta (2012) ‘Tips & Terapi Alami agar Gigi Putih & Sehat’. Sleman, Yogyakarta: Pustaka Cerdas, pp. 2–110.

Masturoh, I. dan N.A. (2018) Metodologi Penelitian Kesehatan.

Mbipa, Mediatris Maria, D. (2019) https://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/DTJ/article/view/355

Puspa Dewi, S. R., Safitri, Y., Lany, L. E., & Dwi, R. S. (2019). https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jrk/article/view/4089

Putri (2022) ‘Gambaran Karies Berdasarkan Jenis Kelamin Pada Siswa Kelas Viii’, p. 37 hal.

Putri dkk (2018) Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi. Jakarta: EGC.

Rinaldi S F. Mujianto B (2017) Meteodologi penelitian dan statistik. Kemntrian Kesehatan Republik Indonesia.

Rosmalia D & Sriani Y (2017) Sosiologi Kesehatan. 1st edn. kementrian kesehatan republik Indonesia.

Sambuaga, Donny A.A., Gunawan, Paulina N., & Mantik Max F.J. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/egigi/article/view/10346

Setyaningsih D (2019) Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut, Loka Aksara. Edited by Tim Editor Umum. Tanggerang: Lokas aksara.

Soeprapto A (2020) Pedoman Dan Tatalaksana Praktik Kedokteran Gigi. 3rd edn. Edited by Y.E. Wijaya. Yogyakarta: STPI Binaan Insan Mulia.

Tarigan R. (2013) Karies Gigi. 2nd edn. Edited by D.L. Yuwono. Jakarta: EGC.

WHO (2013) Oral Health Survey Basic Methode. 5th edn, Oral Health Surveys Basic Methode 5th Edition. 5th edn. Prancis: WHO.




DOI: https://doi.org/10.31869/mm.v6i1.4516

Article Metrics

Sari view : 115 times
PDF - 60 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 Kunjungan Saat ini

Kunjungan Dari Negara

 Flag Counter

 

 

Creative Commons License
Menara Medika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.