HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI, SIKAP TERHADAP MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI DAN AKSES MEDIA SEKSUAL REMAJA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA

Ranny Septiani

Sari


Remaja merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Data Kajian Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia menunjukkan 5.912 perempuan berusia antara 15 dan 19 tahun pernah melakukan hubungan seks. (BKKBN). Akibatnya perilaku seksual remaja berujung pada penyakit menular seksual (HIV / AIDS), kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) dan berujung pada aborsi tidak aman. Pelecehan seksual pada remaja disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, sikap remaja terhadap masalah kesehatan reproduksi, dan akses media seksual yang dapat diterima oleh remaja tersebut.Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Komunitas penelitian adalah 197 siswa dari Sekolah Menengah Atas di Wilayah Kota Metro. Sampel acak didistribusikan. Dengan tujuan diperoleh jumlah sampel sebanyak 132 siswa yang terdiri dari: 31 laki-laki dan 101 siswa. Metode pengambilan sampel acak sederhana: pengambilan sampel acak sederhana dengan menarik semua anggota masyarakat. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner (kertas pertanyaan), dan setelah pengumpulan data dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% siswa memiliki perilaku seksual yang buruk dan 46% siswa memiliki perilaku seksual yang baik. Variabel pengetahuan kesehatan reproduksi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual remaja dengan p = 0,564 (POR = 0,99; CI 95% = 0,5-1,9) tetapi variabel sikap remaja tentang masalah kesehatan reproduksi dan akses remaja terhadap media seksual memiliki hubungan. signifikan dengan perilaku seksual remaja dengan p <0,001 (POR = 3,7; CI 95% = 1,7-7,6) dan p <0,001 (POR = 8,3; IK 95% = 3,7 - 19,2). Untuk melindungi remaja dari perilaku seksual yang menyimpang diperlukan pengawasan dan bimbingan dari orang tua dan pendidik bagi pengambil kebijakan dalam program tersebut.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bungin, B. (2001). Erotika Media Massa. Muhammadiyah University Press.

Damayanti, R. (2007). Peran Biosikososial Terhadap Perilaku Berisiko Tertular HIV pada Remaja SLTA di DKI Jakarta tahun 2006.

Endarto, Y. (2006). Hubungan Tingkat Pengetahuan Reproduksi dengan Perilaku seksual Beresiko pada Remaja di SMK Negeri 4 Yogyakarta.

Imran. 2000. Perkembangan Seksualitas Remaja Modul 2. Jakarta : PKBI, IPPF, BKKBN, UNFPA.

Laksmiwati, I. A. 2000. ”Transformasi Sosial dan Perilaku Reproduksi Remaja”. E-journal.unud.ac.idabstraktranspormasi%20sosial.pdf.

Myers, D. G., & Spencer, S. J. (1999). Social Psychology Canadian Edition.

Nastiti, A. D. P. (2009). Hubungan banyaknya media massa dengan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja Di SMU Negeri 5 Madiun.

Ningrum, D. N. A., Eram, T. P., & Bambang, B. R. (2008). Pendekatan Participatory Rapid Appraisal (PRA) dalam Analisis Masalah Kesehatan Reproduksi Mahasiswa Jurusan IKM FIK UNNES. Jurnal Kemas, 3(2).

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: rineka cipta.

Pangkahila, A. (2004). Perilaku seksual remaja dalam tumbuh kembang remaja dan permasalahannya. Jakarta: Cv. Sagung Seto.

Raharjo, Y. (1997). Seksualitas manusia dan masalah gender: dekonstruksi sosial dan reorientasi. Populasi, 8(1).

Sarwono, S. W. (2011). Psikologi Remaja edisi revisi. Jakarta: Rajawali Pers.

Soebagijo, A. (2008). Pornografi: dilarang tapi dicari. Gema Insani.

Suryoputro, A., Ford, N. J., & Shaluhiyah, Z. (2006). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja di jawa tengah: implikasinya terhadap kebijakan dan layanan kesehatan seksual dan reproduksi. Makara kesehatan, 10(1).




DOI: https://doi.org/10.31869/mm.v2i1.2168

Article Metrics

Sari view : 75 times
PDF - 192 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 Kunjungan Saat ini

Kunjungan Dari Negara

 Flag Counter

 

 

Creative Commons License
Menara Medika is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.