FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA POST PARTUM BLUES PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS UMBAN SARI PEKANBARU

Wira Ekdeni Aifa

Sari


Post partum blues sering disebut dengan maternity blues atau baby blues syndrome, yaitu suatu sindroma gangguan efek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan dan memuncak pada hari ke tiga sampai ke lima dan menyerang dalam rentang waktu 14 hari terhitung setelah persalina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya post partum blues pada ibu post partum di puskesmas umban sari pekanbaru.Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan analitik korelasi melalui pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 ibu post partum dengan instrument penelitian menggunakan kuisioner. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan ibu post partum dengan umur yang beresiko 65,5%, tingkat pendidikan yang rendah 52,1%, dukungan keluarga yang mendukung 71,2%. Hasil bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p 0,00) dan dukungan dukungan keluarga (p 0,028)yang mempengaruhi terjadinya post partum blues pada ibu post partum, dan tidak terdapat hubungan antara umur ibu post partum yang mempengaruhi terjadinya post partum blues pada ibu post partum (0,605). Di harapkan pada Puskesmas Umban Sari Pekanbaru agar dapat menggunakan hasil penelitian sebagai bahan dalam peningkatan dan perbaikan program asuhan kebidanan, dapat menjadi pengetahuan bagi ibu-ibu hamil bisa mengetahui dan mencegah terjadinya post partum blues, bagi institusi agar dapat dijadikan sebagai masukan ilmu baru untuk menambah ilmu pengetahuan bagi mahasiswi sebagai referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang masalah yang sama dan sebagai tambahan referensi bahan ajar, serta bagi peneliti diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman peneliti mengenai Post Partum Blues.
Kata Kunci: Umur, Pendidikan, Dukungan Keluarga, Ibu Post Partum, Post Partum Blues

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Edisi Revisi V.

Bobak, et al. 2005. Keperawatan Maternitas, Edisi 4. Jakarta: EGC.

Curry, dkk. (2008). The Role Of Hope In Academic And Sport Achievement. Journal of Personality and Social Psychology 73: 1257-1267.

Depkes R.I. (2008). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta

Desfanita, Misrawati, Arneliwati (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Postpartum Blues. Jurnal Vol 2 No 2. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau.

Diah Ayu Fatmawaty. (2015). Faktor Resiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Postpartum Blue. Jurnal Edu Health, Vol 5, No.2, Fakultas Ilmu KesehataN. Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang .

Dian. (2012). Usia 20-35 Tahun Tepat Untuk Melahirkan. Fimale.com;Woman Love & Life. Diperoleh tanggal 10 Maret 2016.

Henshaw. (2003). Postnatal Blues: A risk Faktor of Postnatal Depression. J Psychosom Obtet Gynecol, 25, 267-272.

Hunker, D.F. (2007). Effect of Adverse Birth Event On Maternatal Mood, Maternal Ductional Status and Infant Care. Dissertasion University Of Pittsburgh.

Ingela. (2009). Pendekatan Consultation-Liaison Psychiatry pada Penatalaksanaan Depresi Pasca Bersalin. Jiwa-Indonesian Psychiatric Quarterly, Vol 4.

Larson C, Sydsjo G & Josefsson.(2004).Health, Sociodemografi Data and Pregnancy Outcome in Women With Antepartum Depressive Symptoms. Journal Obstetrics & Gynecology. 104:459-466.

Latipun. (2001). Psikologi Konseling. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Marshall. (2004). Mengatasi Depresi Pasca-Melahirkan. Jakarta: PT Bineka Cipta.

Meedya s, Fahy K, Kable A (2010). Factor that Positively Influence Breastfeeding Duration to 6 month: Aliterature review. Wo




DOI: https://doi.org/10.31869/mi.v16i2.3439

Article Metrics

Sari view : 75 times
PDF - 18 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Kunjungan Sampai Saat ini    Web
Analytics Made Easy - StatCounter Flag Counter