STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN SULAMAN/TENUN SUMATERA BARAT BERBASIS SINERGITAS MULTI-STAKEHOLDERS

Nenengsih, Ash Shadiq Egim

Sari


Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang model pengembangan industri kerajinan sulaman/tenun berbasis sinergitas multi stakeholders. Faktor kelemahan UMKM digunakan sebagai pendekatan untuk mengetahui peran multi stakeholders. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan dengan cara purposive yaitu daerah yang masuk kategori potensial kerajinan sulaman/tenun, yaitu Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Sawahlunto. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yakni pemilik UMKM sulaman/tenun ditambah dengan informan tambahan yakni karyawan dan OPD terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan UMKM sulaman/tenun Sumatera Barat mencakup tiga aspek, pemasaran, modal dan pendanaan usaha, dan manajemen usaha. Berdasarkan pendekatan kelemahan tersebut maka diperlukan sinergitas multi stakeholders untuk mengatasinya.
Kata kunci: Sulaman/tenun, UMKM, Stakeholders

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ariani, Mohamad N, Kajian Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Tarakan, Jurnal Organisasi dan Manajemen. September 2017. Volumen 13, Nomor 2, 99-118

BPS, Produk Domestik Bruto, (online) 2011. (diakses 20 Desember 2018), http://www.bps.go.id/index. php?news=730.

Boesra A.J. 2005. Teknik Dasar Menyulam Untuk Pemula. Jakarta: Kawan Pustaka

Chrismardani Y, Komunikasi Pemasaran Terpadu:Implementasi Untuk UMKM, Jurnal NeO-Bis.Desember 2014. Volume 8, No.2.

Emrizal dan Primadona, Wirausaha dan Pengembangan UKM di Sumatera Barat Suatu Kajian Pada UKM Kerajinan Sulaman dan Bordiran, Jurnal POLIBISNIS. 2013. Volume 5. Nomor.1 .

Hendri Y, Elvhira L, Lasti Y, Anggita P, Pemberdayaan Industri Kreatif Sektor Kerajinan di Sumatera Barat Melalui Enterpreneurial Marketing; Studi Pada UMKM Bordir dan Sulaman. Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM). 2014. Vol.12 No.23 (478-491)

Hamid E dan Susilo Y, Strategi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah di Provinsi daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal ekonomi Pembangunan.Juni 2011, volume 12, nomor 1, 45-55

Indra A, Marimin, Gendut S, Model Konseptual Strategi Pengembangan Industri Kecil Menengah Berbasis Sumber Daya (Studi Kasus Pengembangan IKM di Pangalengan). Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 2015. 25 (1):14-20.

Indira, Ira Dhyani, 2011, 38 Kreasi Sulam Apik : Melukis dengan Jarum dan Benang: Kriya Pustaka.

Rahmana A. Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Informasi Terdepan tentang Usaha Kecil Menengah, (online) 2008. (diakses 20 Desember 2018), http://infoukm.wordpress.com,

Sudaryanto, The need for ICT-Education for manager or Agribusinessman to Increasing Farm Income:Study of Factor Influences on Computer Adoption in East Java Farm Agribusiness. International Journal of Education and Depelopment JEDICT. 2011, Vol. 7 No.1: 56-67.

Sunaryanto LT, Dinamika Industri Skala Menengah, gejala missing of the middle dan sumber-sumber pertumbuhan industri (desertasi). 2006. Institut Pertanian Bogor.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. 2011, Alfabeta Bandung.

Tambunan T, Promoting Small and Medium Enterprises with a Clustering Approach a Policy from Indonesia. Jsmall Busines Mgmt, 2015, 43(2):138-154

Wacik, Triesno Jero.2012. Adikriya Sulam Indonesia. Indonesia:Yayasan sulam Indonesia

Widati, Riris W, 2002, Perempuan dalam Usaha Pertenunan Sulawesi Selatan, Jurnal Perempuan edisi 22




DOI: https://doi.org/10.31896/me.v5i3.1664

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

Web
Analytics Made Easy - StatCounter Kunjung Saat Ini