ANALISIS PEMEROLEHAN SEMANTIK ANAK USIA 5 TAHUN: TINJAUAN PSIKOLINGUISTIK

ELAN HALID

Sari


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemerolehan bahasa berbeda dengan pembelajaran bahasa. Pemerolehan bahasa adalah proses dari anak yang belajar menguasai bahasa ibunya, sedangkan pembelajaran bahasa adalah proses formal yang dilalui seseorang dalam memahami bahasa seperti belajar bahasa di kelas. Pada umumnya anak-anak di Indonesia mendapat pendidikan formal setelah berumur 6 tahun dan pada saat itu pula proses pembelajaran bahasa dimulai. Rentang waktu antara umur 0 sampai 5 tahun anak-anak lebih banyak berhubungan dengan keluarga dan lingkungannya serta proses pemerolehan bahasa terjadi pada rentang waktu itu. Pada proses pembelajaran bahasa si anak telah mengenal bahasa kedua setelah mengenal bahasa pertamanya. Penelitian tentang pemerolehan makna kata pada anak-anak khususnya di usia 5 tahun adalah kajian yang sangat menarik bagi peneliti. Hal ini disebakan oleh ketertarikan peneliti terhadap ilmu psikolinguistik dan perkembangan bahasa anak-anak sejak lahir hingga dewasa. Walaupun seorang anak tidak pernah diajarkan secara formal untuk memaknai suatu kata, tetapi dalam proses perkembangannya pengetahuan itu didapatkan secara empiris. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pemerolehan semantik anak usia 5 tahun, dan mendeskripsikan tahap pemerolehan semantik anak usia 5 tahun. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metodologi deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain: teknik dasar yaitu teknik sadap, teknik simak libat cakap atau teknik SLC, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini antara lain: (1) mendengarkan hasil rekaman tuturan anak usia 5 tahun, (2) mentranskripsikan bahasa lisan (rekaman) ke dalam bahasa tulis, (3) menggarisbawahi data dan memberi pengkodean berdasarkan jenis pemerolehan bahasa, (4) mengklasifikasikan data ke dalam format tabel yang terdapat pada instrumen penelitian, (5) menganalisis data, dan (6) memberikan kesimpulan dari hasil analisis. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemerolehan semantik terdiri dari 2 yaitu Overextension (penggelembungan makna) dan Underextension (penciutan makna). Beberapa tahap pemerolehan semantik pada anak usia 5 tahun yaitu tahap penyempitan makna, tahap generalisasi berlebihan, tahap medan semantik, dan tahap generalisasi. Dari pembahasan pada bab sebelumnya peneliti dapat menyimpulkan bahwa anak usia 5 tahun (Chantika) mengalami proses semantik yang disebut overextension atau penggelembungan makna. Selain overextension anak usia 5 tahun juga mengalami proses semantik yang disebut underextension atau penciutan makna. Underextension terjadi terhadap hewan, namun karena perbedaan suara yang didengarnya anak menganggap bahwa hewan tersebut berbeda.
Kata Kunci: Pemerolehan semantik, tahap pemerolehan semantik, dan tinjauan psikolinguistik.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alwi, Hasan. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Chaer, Abdul. 2009. Psikolinguistik Kajian Teoretik. Jakarta: Rineka Cipa.

Dani, Noor Aina. 2007. Siri Penataran Bahasa dan Sastra: Pengantar Psikolinguistik. Malaysia: Vivar Printing Sdn. Bhd.

Darjowidjojo, Soenjono. 2003. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Mansoer, Pateda. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.

Mar at, Samsunuwiyati. 2005. Psikolinguistik Suatu Pengantar. Bandung: Refika Aditama.

Moleong, Lexy. J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Poerwadarminta, W. J. S. 2006. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Data. Yogyakarta: Duta Wacana Pers.

Tarigan, Henry Guntur. 1995. Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1988. Psikolinguistik.Bandung: Angkasa.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Anda Pengunjung Ke- Flag Counter