ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JERUK SIAM GUNUNG OMEH (JESIGO) DI NAGARI KOTO TINGGI KECAMATAN GUNUNG OMEH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Husnarti Husnarti, Gustia Ranti

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran jeruk siam di
Nagari Koto Tinggi, Margin dan keuntungan pemasaran jeruk siam di Nagari Koto Tinggi, rasio keuntungan dan biaya serta Farmer’s share yang diperoleh petani dalam pemasaran jeruk siam di Nagari Koto Tinggi. Penelitian dilakukan di Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh. Dalam memasarkan jeruk yang mereka hasilkan petani jeruk Nagari Koto Tinggi memilih tiga pola saluran pemasaran yaitu: (1) Petani – konsumen, (2) Petani – pengecer – konsumen, (3) Petani – pengumpul – pengecer – konsumen. Panjang pendeknya saluran pemasaran yang dilalui dalam memasarkan jeruk mempengaruhi besarnya margin pemasaran yang terbentuk, semakin panjang saluran pemasarannya maka marjin pemasarannya juga akan semakin besar. Margin pemasaran jeruk di Nagari Koto Tinggi yang terbesar terdapat pada pola 3 dengan rata-rata marjin pemasaran Rp 6.786 dan pada pola 2 rata-rata marjin pemasaran
adalah Rp 4.882 serta pada pola 1 rata-rata marjin pemasaran adalah Rp 3.804. Sama halnya dengan margin pemasaran, keuntungan pemasaran juga dipengaruhi oleh panjang pendeknya saluran pemasaran jeruk. Keuntungan yang diperoleh oleh masingmasing lembaga yang terlibat dalam pemasaran jeruk di Nagari Koto Tinggi salah satunya dipengaruhi oleh resiko yang harus mereka tanggung. Semakin besar kemungkinan resiko yang akan mereka alami semakin tinggi keuntungan yang mereka ambil dalam pemasaran tersebut. Secara berurutan dari yang tertinggi hingga ke yang terendah keuntungan yang diperoleh oleh lembaga-lembaga pemasaran tersebut adalah : pengecer pada pola pemasaran 2 memperoleh keuntungan rata-rata Rp 4.093, pengumpul pada pola pemasaran 3 memperoleh keuntungan rata-rata Rp 3.539, petani
pada pola pemasaran 1 memperoleh keuntungan rata-rata Rp 3.345 dan pengecer pada pola pemasaran 3 memperoleh keuntungan rata-rata Rp 2.350. Rasio keuntungan dan biaya terbesar terdapat pada pola pemasaran 1 yaitu sebesar 7,2. Pada pola pemasaran 2 rasio keuntungan dan biaya adalah 5,1 dan pada pola pemasaran 3 rasio keuntungan dan biaya adalah 6,5. Seiring dengan rasio keuntungan biaya, farmer’s share terbesar terdapat pada pola pemasaran 1 yaitu 100%, pada pola pemasaran 2 sebesar 72% dan pada pola pemasaran 3 sebesar 60%.
Kata Kunci: pemasaran, margin, farmer share, jeruk

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Irawan, Bambang. 2007. Fluktuasi harga, Tranmisi harga dan margin pemasaran sayuran dan buah. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian Volume 5 no 4 Desember 2007.

Limbong dan Sitorus. 1987. Pengantar Tata Niaga Pertanian. Jurusan-Jurusan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor; Bogor

Sugiyono.2008. Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif dan R&D. Bandung:ALFABETA

Suherty, Lina dkk. 2009. Analisis Efisiesi Pemasaran Jeruk (studi Kasus di Desa Karang Dukuh Kecamatan Belawang Bariko Kuala Kalimatantan Selatan.

Jurnal Agritek Vol 17 no 6 November 2009.

Widiastuti, Nur dan Mohd Harisudin. 2013. Saluran dan Marjin Pemasaran Jagung di Kabupaten Grobogon.SEPA Vol 9 no 2 Februari 2013.




DOI: https://doi.org/10.33559/pertanian%20umsb.v2i1.1149

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Visitor Number : Web
Analytics Kunjungan Saat Ini

 

Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.