VALUASI EKONOMI BUDIDAYA MADU GALO–GALO DI HUTAN NAGARI SARILAMAK, BULUH KASOK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

Fenny Tria Amanda, Firman Hidayat, Gusmardi Indra

Sari


Abstrak
Hutan merupakan ekosistem penting yang menyediakan berbagai sumber daya alam, salah satunya Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti madu galo-galo (Trigona spp). Madu ini memiliki nilai ekonomi, sosial, dan ekologis, terutama bagi masyarakat sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi dari budidaya madu galo-galo (Trigona spp) yang dilaksanakan oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Shahih di Nagari Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Valuasi Ekonomi Total yang terdiri dari Nilai Guna Langsung, Nilai Guna Tidak Langsung, Nilai Pilihan, Nilai Keberadaan, dan Nilai Warisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Ekonomi Total (NET) pada KUPS Shahih yang di peroleh dari budidaya madu galo-galo adalah sebesar Rp. 117.610.000/tahun yang terdiri dari nilai guna langsung sebesar Rp. 33.000.000/tahun, nilai guna tidak langsung sebesar Rp. 2.500.000/tahun, nilai pilihan sebesar Rp. 5.410.000/tahun, nilai keberadaan sebesar Rp. 75.800.000/tahun dan nilai warisan sebesar Rp. 900.000/tahun.
Kata kunci: Valuasi, Budidaya, Trigona spp, Nagari Sarilamak


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Fidela, A. (2020). Sosialisasi Budidaya Lebah Trigona sp. di Desa Barudua, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. In Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Juni (Issue 4).

Fitri, D. R. K. (2017). Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan.

Kusumawaty, Y. (2024). Analisis Usaha Ternak Lebah Madu Kelulut (Trigona sp.) di Desa Tanjung Leban, Bengkalis Riau. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 21(1), 63–75. https://doi.org/10.59465/jphka.v21i1.380

Lesmina, F. (2024). Jenis Tumbuhan Hasil Hutan Bukan-Kayu Sebagai Produk Kerajinan Yang Dikomersialisasikan di Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 16406–16417.

Nehe, Y. (2024). Strategi Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar Dalam Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Madu Galo-Galo di Kelurahan Limau Manis Selatan Kecamatan Pauh Kota Padang. 8, 41846–41856.

Ningsih, I. S. (2023). Valuasi Ekonomi Budidaya Lebah Madu Heterotrigona itama Smith. 1854 di KTH Shahabat Alam Minangkabau Kota Padang Skripsi Sarjana S1 Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Ridwansyah, M. (2023). Valuasi Ekonomi Sumber Daya Alam. Sleman:CV.ACI Edukasi:2023.

Ruban, A. (2021). Valuasi Ekonomi Sumberdaya Perikanan Tangkap di Perairan Negeri Waai Kecamatan Salahutu Maluku. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan-UNPATTI, 5(1), 39–46. https://doi.org/10.30598/papalele.2021.5.1.39/PENDAHULUAN

Ruitenbeek, H. J. (1992). EMDI Environmental Reports, 8 Mangrove Management: An Economic Analysis of Management Options with a Focus on Bintuni Bay, Irian Jaya prepared by.

Surahmat, D. (2024). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Nagari Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis Skripsi Sarjana S1 Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Widiastuti, M. (2016). Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Wilayah Pesisir Kabupaten Merauke Economic Valuation of Mangrove Ecosystem in The Coastal of Merauke District. Journal Badan Penelitian Dan Pengembangan Kelautan Dan Perikanan, 11(2), 147–159.


Article Metrics

Sari view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Flag Counter

Diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Jl. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah - Padang - Sumatera Barat