PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP AKTIVITAS PERLADANGAN DI KAWASAN KONSERVASI PROVINSI SUMATERA BARAT (Studi Kasus TWA Singgalang Tandikat Nagari Singgalang)
Sari
Abstrak
Aktivitas perladangan masyarakat di kawasan konservasi sering menimbulkan dilema antara kebutuhan ekonomi dan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Di Taman Wisata Alam (TWA) Singgalang Tandikat, perladangan merupakan sumber utama mata pencaharian, namun juga berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap aktivitas perladangan di kawasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur kecenderungan persepsi responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menilai perladangan penting untuk aspek sosial dan ekonomi, karena mampu mendukung kebutuhan hidup sekaligus menjaga tradisi budaya. Namun, masyarakat juga menyadari adanya dampak ekologis berupa berkurangnya vegetasi dan meningkatnya risiko bencana. sebanyak 93% responden menyatakan setuju bahwa perladangan berdampak terhadap lingkungan sementara 7% masih ragu karena perladangan dipandang sebagai sumber penghidupan utama serta bagian dari tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Meskipun regulasi konservasi telah disosialisasikan, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Kawasan menjadi kunci untuk mewujudkan konservasi yang berkelanjutan dan inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa persepsi masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan konservasi partisipatif yang seimbang antara kepentingan ekonomi lokal dan keberlanjutan ekosistem.
Kata kunci: Persepsi, Perladangan, TWA Singgalang Tandikat
Teks Lengkap:
PDFReferensi
DAFTAR PUSTAKA
Azwardi. (2022). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Institut Teknologi Kalimantan (ITK).
Boone, H. N., & Boone, D. A. (2012). Analyzing Likert data. Journal of Extension, 50(2). https://doi.org/10.34068/joe.50.02.48
Carifio, J., & Perla, R. (2008). Resolving the 50-year debate around using and misusing Likert scales. Medical Education, 42(12), 1150 1152. https://doi.org/10.1111/j.136 5-2923.2008.03172.x
Hasanah, N., Komarudin, H., Dray, A., & Ghazoul, J. (2019). Beyond Oil Palm: Perceptions of Local Communities of Environmental Change. Frontiers in Forests and Global Change, 2(August). https://doi.org/10.3389/ffgc.2019.00041
Mawardi, M. (2019). Rambu-rambu Penyusunan Skala Sikap Model Likert untuk Mengukur Sikap Siswa. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(3), 292–
https://doi.org/10.24246/j.js.2019.v9.i3.p292-304
Ramadhan, H. S. (2017). Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Dan Penyusutan Luas Hutan Dengan Pendekatan Dinamika Sistem Di Kawasan Penyangga Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling.
Richo, T., & Widhiasthini, W. (2022). Implementasi Collaborative Governance Pengelolaan Taman Wisata Alam (Twa) Gunung Batur Bukit Payang Kintamani Bangli. Dialogue : Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 4(1), 269–282. https://doi.org/10.14710/dialogue.v4i1.14201
Ryan, S. J., Palace, M. W., Hartter, J., Diem, J. E., Chapman, C. A., & Southworth, J. (2017). Population Pressure And Global Markets Drive A Decade Of Forest Cover Change In Africa’s Albertine Rift. Applied Geography, 81, 52–59. https://doi.org/10.1016/j.apgeog.2017.02.009
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. In Alvabeta. CV (19th ed.). Alfabeta. https://www.academia.edu/118903676/Metode_Penelitian_Ku antitatif_Kualitatif_dan_R_and_D_Prof_Sugiono
Suliyanto. (2011). Perbedaan Pandangan Skala Likert sebagai Skala Ordinal atau Skala Interval. Prosiding Seminar Nasional Statistika, 978–979.
Wulandari, C. (2019). Modal Sosial Masyarakat dalam Mendukung Pengembangan Ekowisata di Hutan Lindung. Hutan Tropis, 7(3), 55.
Article Metrics
Sari view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan
Universitas Muhammadiyah Sumatera BaratJl. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah - Padang - Sumatera Barat
