AIR TERJUN SAMPURAN BOTUNG NAGARI RANAH MALINTANG KECAMATAN SUNGAI AUR KABUPATEN PASAMAN BARAT

Amru Pulungan, Yumarni Yumarni, Teguh Haria Aditia Putra

Sari


Indonesia adalah Negara dengan tujuan wisatanya yang beragam, salah satunya Sumatera Barat yang memiliki berbagai macam objek wisata seperti wisata budaya, wisata bahari, wisata kuliner, wisata sejarah, wisata alam. Jika dilihat dari objek wista alam, objek wisata alam jenis apa pun tersedia di Sumatera Barat, mulai dari pantai indah yang berpasir putih, pantai berombak tinggi untuk surfing, pegunungan dengan udara segar, perbukitan, air terjun, goa, danau, sungai, dan ngarai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Potensi Pengembangan Ekowisata Air Terjun Sampuran Botung, agar tercipta ekowisata Air Terjun Sampuran Botung yang menguntungkan bagi pengunjung dan masyarakat setempat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2018, di Desa Tinggiran Hilir Nagari Ranah Malintang Kecamatan Sungai Aur , Kabupaten Pasaman Barat. Metode yang digunakan adalah metode survey langsung, dan metode kepustakaan dengan menggunakan analisis deskripstif kualitatif dan analisis SWOT. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil potensi pengembangan berupa potensi panorama yang alami, potensi ekowisata pemandian, potensi ekonomi ekowisata. Air Terjun Sampuran Botung dapat dijadikan alternatif dari ekowisata yang ada di Pasaman Barat karena memiliki keindahan air terjun serta air yang jernih, potensi ekonominya masyarakat dapat membuka lapangan pekerjaan seperti pemandu wisata, pengembangan Air Terjun Sampuran Botung dapat menyebabkan dampak negatif yaitu perubahan budaya masyarakat lokal yang dibawa pengunjung, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anisaldi. 2014. Analisis Potensi Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Lubuk Ambacang sebagai Daerah Ekowisata. Jurnal Ilmu Lingkungan. Vol.08, No.1 :12-17.

Damanik, J dan Helmut F. Weber. 2006. Perencanaan Ekowisata: Dari Teori ke Aplikasi. Penerbit Andi. Yogyakarta

Eplerwood, M. 1999. Succesfull Ecotourism Business, The Right Approach. Kota Kinibalu Sabah : World Ecotourism and Conference

Hijriati dan Emma. 2014. Pengaruh Ekowisata Berbasis Masyarakat terhadap Perubahan Kondisi Ekologi, Sosial dan Ekonomi di Kampung Batusuhunan, Sukabumi. Jurnal Pedesaan. Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB. ISSN : Vol. 02, No. 03 : 2302 – 7517.

Irma. 2016. Analisis Kebutuhan Prasarana dan Sarana Pariwisata di Danau Uter Kecamatan Aitinyo Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat. (Jurnal). Universitas Sam Ratulangi. Manado. Vol.06, No.11 : 17-20 p.

Iswandi, U. 2010. Analisis Potensi Pengembangan Ekowisata Pantai Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan. Journal Spacial. Vol.04, No.02 : 35-46 p.

Keputusаn Menteri Pаriwisаtа, Pos dаn Telekomunikаsi Nomor.5/UM.209/MPPT- 89 tentаng Pedomаn Penyelenggаrааn Sаptа Pesonа

Kurniadi, A. R. 2009. Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Ekowisata Ciwidey di Perum Perhutani Unit III – Bandung [Tesis]. Manajemen Bisnis Institusi Pertanian Bogor. Bogor.

Kurnianto, Imam dan Rudi. 2008. “Pengembangan Ekowisata (Ecoutourism) di Kawasan Waduk Cacaban Kabupaten Tegal”. Tesis Universitas Diponegoro. Semarang.


Article Metrics

Sari view : 323 times
PDF - 158 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Flag Counter

Diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Jl. Pasir Kandang No. 4 Koto Tangah - Padang - Sumatera Barat