OPTIMALISASI KEMAMPUAN KADER KESEHATAN DALAM MELAKSANAKAN PIJAT BAYI

Dahliana Dahliana, Ekadewi Retnosari, Rika Hairunisyah, Nia Clasari

Sari


Masa bayi membutuhkan stimulasi maksimal untuk mendukung petumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Pijat bayi menjadi salah satu alternatif stimulasi fisik yang dapat mendukung tumbuh kembang anak serta membangun bonding attachment antara orang tua dan anak. Namun pemahaman masyarakat masih menganggap bahwa pijat bayi hanya boleh dilakukan oleh dukun bayi pada saat anak rewel, sakit, keseleo saja. Tujuan kegiatan ini mengoptimalkan peran kader kesehatan dengan pelatihan pijat bayi dengan tiga tahapan edukasi, demontrasi dan pendampingan. Sebanyak 30 kader kesehatan menjadi peserta, mereka diminta mengisi kuesioner sesudah dan sebelum kegiatan untuk menilai pengetahuan pijat bayi diperoleh hasil adanya peningkatan pengetahuan baik sebesar 56% setelah dilakukan pelatihan. Keterampilan peserta diobservasi dengan meminta mereka meredemontrasikan pijat bayi, semua peserta mampu malakukan pijat bayi sesuai prosedur. Pendmpingan dilakukan dengan mendatangi ke rumah ibu-ibu yang memounyai bayi dan kader langsung mempraktikan. Kesimpulan dari kegiatan pelatihan ini,  kader kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader,  sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan puskesmas untuk menjangkau masyarakat.  Diharapkan setelah pelatihan kader dapat melakukan transfer pengetahuan dan keterampilan serta melakukan pendampingan pijat bayi pada masyarakat secara kontinyu dalam bentuk program belajar memeijat bayi untuk mendukung program puskesmas meningkatkan tumbuh kembang bayi dan balita.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdallah, A. M., Zhou, X., Kim, C., Shah, K. K., Hogden, C., Schoenherr, J. A., Clemens, J. C., & Chang, H. C. (2013). Activated Cdc42 kinase regulates Dock localization in male germ cells during Drosophila spermatogenesis. Developmental Biology, 378(2), 141–153. https://doi.org/10.1016/j.ydbio.2013.02.025

Akbar, F., Arfan, D., Andi, F., & Putri, A. Z. (2021). Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu Lansia di Kecamatan Wonomulyo. Jurnal Abdidas, vol 2(2), 392–397.

Departemen Agama RI. (2013). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bumi Restu.

Kasnodihardjo, Kristiana, L., & Angkasawati, T. J. (2014). The Role of Traditional Birth Attendans To Support Maternal and Child Health Care. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 24(2), 57–66.

Kementrian Kesehatan RI. (2009). Pedoman pelaksanaan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Kementrian Kesehatan RI.

Lubis dan Syahri. (2015). Pengetahuan dan tindakan kader posyandu dalam pemantauan pertumbuhan anak balita. Jurnal Kesmas, 11(1), 65–73. https://doi.org/ISSN:1858-1196

McClure, E. B. (2000). A meta-analytic review of sex differences in facial expression processing and their development in infants, children, and adolescents. Psychological Bulletin, 126(3), 424–453. https://doi.org/10.1037/0033-2909.126.3.424

Notoatmodjo, S. (2011). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT.Rineka.

Nuraini. (2015). Pengaruh pelatiahan pijat bayi terhadap keterampilan ibu melakukan pijat bayi di posyandu nusaindah dusun peranti pundong Bantul Yogyakarta.

Nurseha, N., & Komalasari, D. (2020). Hubungan Karakteristik Ibu Yang Memiliki Bayi Usia 0-24 Bulan Dengan Pengetahuan Tentang Pijat Bayi. Faletehan Health Journal, 7(1), 42–47. https://doi.org/10.33746/fhj.v7i1.77

Oktobriarini. (2010). Pengaruh pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terhadap praktik pijat bayi di Polindes Harapan Bunda Sukoharjo.

Pakasi, A., Korah, B., & Imbar, H. (2016). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Kader Kesehatan Dengan Pelayanan Posyandu. Jurnal Ilmiah Bidan, 4(1), 92118.

Rahayu. (2010). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan tentang pijat bayi di Polindes Harapan Bunda Sukoharjo.

Revika, E., & Fitriana, Y. (2020). Edukasi Stimulasi Perkembangan Melalui Pijat Bayi di Dusun Jati. The Journal of Innovation in Community Empowerment, Vol 2(2).

Sahriana. (2018). Program Kesehatan Jiwa Komunitas [Universitas Airlangga]. http://repository.unair.ac.id/78476/2/TKP 95_18 Sah p.pdf

Sunarti, & Utami, S. (2018). PERAN KADER KESEHATAN DALAM PELAYANAN POSYANDU UPTD PUSKESMAS KECAMATAN SANANWETAN KOTA BLITAR. JKM, 3(2).

Underdown, A., Norwood, R., & Barlow, J. (2013). A realist evaluation of the processes and outcomes of infant massage programs. Infant Mental Health Journal, 34(6), 483–495. https://doi.org/10.1002/imhj.21408


Article Metrics

Sari view : 92 times
PDF - 38 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.